LPDP Edufair, worth than any education fair

Thursday, February 02, 2017

Hello para pejuang beasiswa, apa kabar semangatmu hari ini?  Well, today I'll share my experiences about attending education fair in Indonesia, mainly in Jakarta (because my based was in Bogor), and my tips for you who want to attend.

1. EHEF (European Higher Education Expo)

Pertama kali saya mulai tertarik dengan pendidikan luar negeri ketika saya semester 1 di IPB dan mulai rajin mengikuti edufair atau pameran pendidikan saat saya semester 7 (agak terlambat sih menurut saya hhehe) saat mulai berencana melanjutkan S2. The first education expo I attended was EHEF 2012 then continually each year until 2014. 

Apa saja yang ada di EHEF? Obviously European Union (EU) booth/stand/stall is the biggest, because they are the event organiser. Di booth ini kamu bisa menanyakan sepuasnya mengenai beasiswa Erasmus Mundus kepada para alumni yang hadir di sana, saat ini yang paling favorit adalah program short course-nya seperti Alphabet, Erasmus +, dll. Selanjutnya, banyak sekali booth dari Universitas-universitas di Eropa seperti Wageningen/Groningen University, Gottingen University, dll dan bahkan penyedia beasiswa seperti DAAD untuk Jerman dan Nuffic Neso untuk Belanda (dua-duanya punya persyaratan harus sudah punya pengalaman kerja sebelum apply). Waktu itu, EHEF adalah edufair terbesar menurut saya, karena jumlah exhibitornya paling banyak. Ya wajar saja, jumlah negara di Eropa itu kan banyak, belum lagi setiap negara pasti punya lebih dari 1 universitas. 

Event ini biasanya diselenggarakan di bulan-bulan akhir tahun di beberapa kota besar (Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan atau Makassar; tiap tahun berbeda) dan registrasinya dibuka beberapa bulan sebelumnya (saya sarankan registrasi online dan bawa print out konfirmasinya di email saat hari H).


2. G30 (Global 30), Universitas-universitas di Jepang yang menyelenggarakan program perkuliahan dalam Bahasa Inggris atau JAPAN Education Fair

Karena tema-nya Jepang, berarti exhibitornya ya dari universitas-universitas di Jepang itu sendiri dan sudah pasti ini nggak akan pernah lebih besar dari EHEF. Tapi jangan salah lho, karena banyak universitas-universitas di Jepang yang kualitasnya nggak kalah dengan Uni Eropa, bahkan 2 diantaranya masuk kategori World Top 50, yaitu TODAI dan KYODAI. 

Disini kamu bisa tanya-tanya sistem pendidikan di Jepang, tentang MEXT di booth Japan Embassy, atau langsung menuju ke booth universitasnya masing-masing. Kalau nyari beasiswa, kita harus pro aktif dan be detailed. Maksudnya? Banyak program-program short course di universitas-universitas tertentu dan mungkin hanya ditawarkan untuk jurusan-jurusan tertentu saja, contohnya program PARE dari Hokudai/Hokkaido University, atau AIMS yang ditawarkan untuk negara-negara ASEAN saja. Nah, ini yang haru digali informasinya dari masing-masing booth. Bisa jadi atau malah banyak kasus, dari pengalaman short course ini-lah nantinya kamu akan mendapatkan jalan untuk melanjutkan S2 atau S3 di Jepang dengan jalur beasiswa khusus seperti MEXT U to U misalnya.

Beasiswa-beasiswa untuk kuliah di Jepang apa saja? Ada MEXT atau Monbukogakusho, JASSO, Ajinomoto, Panasonic, dll stay tune di next article yak ;)


3. IDP Edufair (Biasanya diikuti negara-negara yang berbahasa utama Inggris, seperti UK, Australia, New Zealand, US)

Saya belum pernah ikutan langsung kalau yang ini, karena berkali2 dapat invitation selalu berbenturan dengan jadwal konsultasi sama dosen. Tapi dari info yang saya dapat, kamu bisa bawa langsung raport atau transkrip kamu dan sekalian konsultasi langsung dengan perwakilan universitas yang ada di booth exhibition. Well, lagi-lagi kalau mau dapat beasiswa kamu harus proaktif.

Even ini lebih sering dilaksanakan. Infonya silahkan buka website IDP.


4. LPDP Edufair

Jujur ini tahun pertama saya ikutan. FYI, LPDP itu baru ada tahun 2013an dan mulai aktif banyak kegiatan itu 2015an dimana waktu itu saya masih kuliah S2, penelitian lapang ngejar target lulus plus ikut exchange ini itu buat nambah pengalaman. 2017 ini adalah kali pertama saya ikutan LPDP fair di Jakarta tepatnya di Gedung Dhanapala.

Euforianya beda banget dan antusias pengunjungnya juga luar biasa. Saya berangkat dr Bogor pukul 05.00 dan sampai pukul 08.00 tapi masih harus antri 2 jam untuk bisa masuk ke meja registrasi, ini sesuatu banget. Bahkan di EHEF yang pesertanya selalu tumpah ruah, nggak pernah seperti ini. Kenapa bisa begitu? Menurut saya sih LPDP itu beda banget dibanding beasiswa lainnya, karena ini menyediakan beasiswa untuk kampus dalam negeri dan luar negeri tanpa ikatan dinas (tapi harus kembali ke Indonesia. So, buat kamu yang bercita-cita jadi diaspora, coret LPDP dari list dari cari sumber beasiswa lain seperti AAS, Fulbright, dll). Bisa jadi karena di Jakarta, makanya numpuk ke sini. Tapi disisi lain, bisa jadi ini kekurangan dan bisa dijadikan bahan masukan, jadwal registrasi yang tertulis di tiket itu sama, yaitu jam 8.00 am - 8.00 pm, jadi otomatis massa yang datang nggak terarah. Antriannya mengular dari Depan Gedung Dhanapala sampai depan Gedung Kemenkeu-nya sendiri. 

Ada apa saja di sini? Booth DAAD, Nuffic Neso, Australian Embassy (AAS dan Endavour), European Union dan LPDP ada di sini. Belum lagi pesertanya ada dari semua negara mulai dari Jepang, USA, UK, EU, AU dan New Zealand semuanya ada. Ya mungkin perwakilan Jepangnya nggak selengkap Japan Edufair dan Europe-nya nggak selengkap EHEF, itu sih wajar karena ini cakupannya the world. Itulah kenapa saya bilang ikutan LPDP Edufair lebih worth. 

Kapan? Saya nggak bisa jawab kalau annual-nya karena ini tahun pertama saya ikutan. Tapi tahun ini untuk Jakarta sudah dilaksanakan tgl 30 Januari kemarin, Surabaya tgl 2 Februari dan Yogyakarta tgl 4 February. Beda dengan EHEF, LPDP Fair harus registrasi online dan tiketnya harus dibawa saat hari H.


Well, itu sharing pengalaman saja. Kalau datang ke Edufair, pastikan datang lebih pagi, bawa bekal dan proaktif bertanya biar nggak rugi capek-capek perjalanan.

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA