Exploring Australia with Symposium

Sunday, October 18, 2015

Kesempatan ke Australia berawal dari aplikasi poster hasil penelitian saya lolos seleksi dan sekaligus mendapatkan bantuan akomodasi developing countries travel support dari ACIAR (Australian Center for International Agricultural Research). Riset karakter perakaran padi pada kondisi terendam yang saya lakukan Maret 2014 lalu saya ajukan ke abstract submission ISRR 9 atas arahan pembimbing. Pengumuman mendapatkan travel support saya terima melalui email pada awal Juni 2015 dan pertengahan Juni saya mendapatkan informasi dari panitia abstract saya diarahkan untuk poster presentation.

Dan.. semuanya bermula dari sini. Informasi kegiatan ini saya dapatkan dari pembimbing saya terkait penelitian saya tentang perakaran padi.


ISRR 9: The 9th Symposium of International Society of Root Research 

International Society of Root Research merupakan kumpulan scientist dunia yang memiliki fokus penelitian terhadap akar tanaman. Mereka membentuk suatu komunitas yang mengadakan pertemuan periodik untuk mempresentasikan hasil temuan terbaru mereka dan saling berbagi dengan seluruh peneliti lainnya. Lokasi pertemuan berbeda-beda setiap tahunnya dan untuk tahun 2015, kegiatan dilaksanakan di Canberra, Australian Capital Teritority.
1. Abstract submission:
dapat merujuk ke website http://www.rootresearch.org  

2. Travel support:
bisa dibilang tergantung panitia penyelenggara saat itu dan nggak menjamin setiap conference/symposium menyediakan travel support. Tapi sebelum mendaftar, pastikan lebih jeli untuk membaca semua informasi di website. Kita nggak tau ada tidaknya peluang kalau kita hanya mendapatkan informasi setengah-setengah. 


Preparation

1. Visa Application : klik link
Pertama-tama yang harus dilakukan, sebelum hunting tiket pesawat, booking hotel, dll.

2. Cari kenalan orang Indonesia di Australia
Kita memang nggak bisa sepenuhnya menggantungkan bantuan orang-orang Indonesia yang tinggal di Australia, tapi dengan mencari kenalan orang Indonesia tinggal di sana kita bisa mendapatkan beberapa informasi-informasi mendasar dan penting. Karena saya mahasiswa, perkumpulan yang saya cari adalah Perhimpunan Pelajar Indonesia atau PPI di Australia (PPIA). Bisa cari di facebook (grup, fanpage, dll) atau website resmi-nya dan cari informasi kontaknya untuk dihubungi secara personal. 

Dari sini saya kenal dengan kak Ravi di University of Canberra, dapat info dosen IPB (Prof Ronny) yang menjadi atase pendidikan di KBRI Canberra, dan beberapa kakak kelas dari komunitas dan organisasi yang saya ikuti yang sedang melanjutkan studi di Australia. Semuanya sangat membantu, terutama terkait informasi-informasi mendasar di lokasi yang saya tuju seperti sistem transportasi, cuaca lokal, hostel, dll.

3. Itinerary
Penting dipersiapkan sedetail mungkin, termasuk plan B jika rencana awal kita tidak realistis. Belajar perjalanan sebelumnya, pergi bareng-bareng itu emang enak sih, tapi jika kemudian nggak klop, yang ada malah jadi kita di dominasi sama kemauan orang. Jadi kali ini saya persiapkan semuanya sendiri, tempat-tempat mana aja yang ingin saya kunjungi, rute-nya bagaimana. 

Terkait tiket pesawat Jakarta-Sydney yang lagi on demand, akhirnya saya putar haluan ke Melbourne dan berencana menempuh jalur darat untuk mencapai Canberra. Tapi karena saya pengin banget mampir ke Opera House, saya tetep pilih Sydney sebagai titik balik menuju Jakarta. 

Selanjutnya, saya rajin googling cari informasi transportasi apa aja yang bisa saya tempuh untuk mencapai Canberra melalui jalur darat. Apa juga yang harus saya gunakan utuk mencapai Sydney dari Canberra? Semuanya saya coret-coret di buku khusus perjalanan saya, plan A plan B, dan bahkan transportasi tidak langsung pun juga saya tulis. 

Saya sempat tanya moda transportasi utama tiap kota ke kak Ravi yang berakhir saya ngeprint banyak sekali map NSW (bus, train, dll) dari website, tapi saya kecolongan soal bus yang merupakan transportasi utama di Canberra. Saya ingat kalau di Jepang kemarin saya harus beli Suica card untuk mempermudah pembayaran transportasi umum, nah bagaimana dengan Canberra?  Apa bisa bayar cash? Bagaimana rute-nya? Saya lupa melakukan research mendetail tentang itu, dan akhirnya sebelum eksekusi baru malam-malam saya tanya kak Ravi lagi dan buka web action.act.gov.au yang itupun saya makin bingung. Ujung-ujungnya saya pakai google map, dan saya tau nomor bus yang harus saya naiki. Dan esok pagi-nya saya harus memastikannya ke resepsionis hotel kembali. 
Harus digarisbawahi bahwa selain tau moda transportasi utama dan rute-nya, kita juga harus mempelajari sistem pembayarannya. 
4. Accomodation
Akomodasi disini meliputi penginapan dan tiket pesawat. Pertama dan yang paling utama adalah CC atau Credit Card, karena hampir semua membutuhkan itu untuk proses booking.

Credit Card
Nggak banyak orang punya credit card terutama buat yang penghasilannya masih pas-pasan termasuk saya. Lalu bagaimana? Nggak punya credit card nggak berarti langkahmu untuk menikmati dunia luar terhambat. Setelah searching-searching, saya dapatkan info VCN BNI yang memiliki fungsi mirip credit card. Untungnya saya juga nasabah BNI, jadi saya langsung ke Customer Service untuk menanyakan hal tersebut. Kalau penasaran, coba buka web bni.co.id atau google-google aja. 

Booking tiket pesawat
Biasanya saya pakai skyscanner.com; nusatrip.com dan belakangan saya tau airpaz.com. Kalau ada harga yang murah, jangan lupa croscek ke web maskapai tersebut terlebih dahulu. Buat pemegang kartu ISIC, dll lebih worth kalau booking lewat STA travel. Booking tiket usahakan sebelum H-1 bulan, sebab setelah itu harga tiket terus merangkak naik.
    Booking hostel/hotel
    Kalau saya kemaren sih minta reference kak Ravi dulu mana yang terdekat dengan lokasi kegiatan saya. Karena meskipun pakai google map, tapi saya masih gak punya bayangan seberapa jauh jarak tersebut sebenarnya. Selanjutnya saya pakai google map buat tau seberapa jauh penginapan saya dengan lokasi kegiatan dan memulai perhitungan, kira-kira worth atau enggak biaya murah penginapan ditambah transport ke lokasi kegiatan, atau lebih baik penginapan yang dekat dan sedikit lebih mahal. 

    Kalau di Australia, saya rekomendasikan YHA (yha.com.au) karena fasilitas dan pelayanan-nya oke. Tapi kalau mau cari yang lebih murah, bisa lewat booking.com atau agoda.com. Kalau pengin berbaur dengan warga setempat, Airbnb juga salah satu pilihan selain Couchsurfing.

    5. Maps 
    Buat saya ini penting banget, pedoman biar gak nyasar-nyasar. Hari pertama masih pake map kertas yang dikasih sama tourism center, nyari King street di Melbourne aja nyasar-nyasar, wkwkwk. Biasanya di Indonesia saya pakai google map, tapi karena di luar negeri gak menjamin dapet sinyal internet, dan kalau beli simcard cuma buat 3-7 hari rasanya nanggung. Andalan saya adalah pake aplikasi MAP.ME yang bisa di download di playstore, selanjutnya bisa download map per negara yang bakal dikunjungi. Aplikasi ini bisa dipakai offline karena langsung pake GPS. Yes, ini sukses menghantarkan saya jalan-jalan selama di Canberra dan Sydney. 


    7 Days in Australia : Stories (klik link-nya buat baca lebih lanjut) 
    1st Day in Australia - Melbourne
    2nd Day in Australia - Melbourne to Canberra with Greyhound Bus
    3rd Day in Australia - ISRR 9, Australian War Memorial & Floriade Festival
    4th Day in Australia - Poster Presentation & Symposium Dinner
    5th Day in Australia - Last Day of Symposium
    6th Day in Australia - Parliament House, Canberra Mosque & Embassy of Indonesia (KBRI)
    7th Day in Australia - Exploring Sydney


    Canberra vs Sydney & Melbourne 
    Australia vs Indonesia

    You Might Also Like

    2 comments

    1. Waaooouuu amazing touring....

      Pengeeennnn....

      ReplyDelete
      Replies
      1. Yg bener2 perjuangan tu hari ke 6 sama ke 7 uni..

        Aamiin.. semoga bisa ikut conference/symposium, kemana aja

        Delete

    El Haq Boutique

    Instagram

    ARINAL NURRAHMA