Life to Learn #3: Nilai vs Pemahaman

Sunday, March 08, 2015

Mungkin pernah berkali-kali ditanya tentang pertanian yang sifatnya global dan tidak bisa memberikan jawaban memuaskan terkait pertanyaan tersebut. Wajar sih kalau gak bisa jawab karena jurusan kita tanaman pangan lalu ditanya kehutanan. Iya wajar, kalau yang bertanya adalah sama-sama orang dari satu kampus, atau orang yang cukup paham-lah dengan bidang yang kita tekuni. Tapi menjadi tidak wajar jika yang bertanya adalah masyarakat umum, yang notabene dalam benak mereka pertanian ya semuanya tentang tanaman, bahkan beberapa masih memasukkan peternakan dalam pertanian. Lebih berat lagi jika mahasiswa IPB tapi nggak tau cara menanam sama sekali.

"Berapa populasi padi dalam 1 hektar sawah?" 
Mikir. Buka kertas, coret-coret.

"Kira-kira berapa pupuk yang dibutuhkan?"
Mikir lagi. coret-coret lagi. 

Kalau tau dan bisa jawab lumayan.. tapi kalau lupa-lupa ingat, gimana mau jawabnya? 

"Ah.. ini pelajaran semester 4, sudah lupa, kan sudah 4 tahun lalu"

Masa' iya mau jawab gitu? Lah yang sarjana pertanian siapa? Trus dulu belajar buat apa kalau akhirnya lupa? Jleb deh!! Lebih-lebih kalau ditanya IPK kamu berapa. Paling ya cuma garuk-garuk jidat.

Belajar memang bukan skala nilai aja, seperti itu bukti kasusnya. Malu itu kalau sarjana tapi ilmunya kosong. Ya hakimnya masyarakat langsung lhoo.. pertaruhannya juga harga diri dan nama universitas. Ya kali IPK kelas kakap ditanya soal pupuk aja gak bisa jawab, kan ngeri. 

Tapi juga jangan nyepelein soal IPK, karena bukti hitam di atas putih dari tingkat pemahaman kita adalah IPK. Ini berlaku buat yang bakal berkarir di dunia perusahaan, akademik, dll. Kamu punya wawasan kesana kemari, kalau syarat ini tidak terpenuhi jangan harap bisa tembus Scholarship.. karena pintu yang pertama kali harus kamu gedor adalah yang namanya 'pemberkasan' atau 'administrasi'. Memang bisa jadi selanjutnya ini gak berperan begitu banyak, kalau penilaian berikutnya berdasarkan kapasitas seseorang atau softskill. Tapi bagaimana bisa kamu tembus ke tahap lanjut, kalau tahap awal saja sudah KO?

Intinya sih.. bagaimana kita belajar demi mendapatkan pemahaman, bukan nilai. Jika kita paham, nilai akan mengikuti, jika kita mau berusaha dengan sebaik-baiknya dalam mengerjakan ujian. 




You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA