The Power of 'Perhatian' Giving Attention

Tuesday, January 06, 2015

Beberapa tahun lalu saya amat menyukai drama Korea 'Dae Jang Geum' dimana mengisahkan tentang seorang anak yang ingin menjadi Dayang Masak di Istana dinasti Joseon. Drama ini menarik karena menyajikan aneka rupa masakan unik tiap kalinya. Banyak pengalaman berharga yang saya petik, termasuk 'memperhatikan kesukaan banyak orang' adalah hal penting dalam masak-memasak, karena yang nanti menikmati masakan kita bukan hanya kita seorang.

Ternyata teori ini tak hanya berhenti di meja makan saja. Banyak kasus kehidupan yang bermuara dan tersolusikan pada kata 'perhatian'. Beberapa orang merasa lebih 'hidup' atau lebih 'bersemangat' dengan adanya perhatian dari orang lain, dalam hal ini perhatian nggak jauh-jauh dari makna peduli. Bagaimana rasanya ketika sedang penelitian dan dosbing menanyakan 'mbak/mas, bagaimana keadaan tanaman?' atau terkadang beliau ikut turun langsung terlibat di penelitian, semangat bukan?? Seolah penelitian itu bukan hanya milik kita, tapi dosbing juga berkepentingan. 

Atau ketika di organisasi, banyak orang bicara tanggung jawab, job, dan PJ. Seolah-olah PJ adalah orang yang paling bertanggung jawab atas kegiatan yang dia handle, padahal si PJ pasti punya pimpinan, misalnya ketua pelaksana dan terus ke atas, jadi kalau ada acara itu bukan acara si PJ saja, tapi acara milik organisasi.. Secara hitam diatas putih memang si PJ adalah penanggung jawab, tp secara moral bukankah pimpinan2 di atas dia itu juga bertanggung jawab?

Enak gak sih ngerjain event atau program kerja itu sendiri? Jawabannya: nggak enak, hehe, iya nggak enak. Beda kasus kalau ada yang nanya 'Gimana programnya? Mau dijalanin kapan? Kira-kira apa yang bisa dibantu?' berasa satu beban di pundak itu meleleh *lebay :D* Tapi itu bukan ngomong doang lhoo, bener2 ikut andil dalam realisasinya.

Dan bisa dikatakan 'benar' jika dengan memberikan perhatian adalah salah satu cara kita menambah relasi. Iya.. orang yang dibantu kalau tau balas budi, minimal dia nggak akan melupakan siapa saja yang telah membantu meski suatu saat dia juga belum tentu bisa bantu balik. Tapi dengan tidak dilupakan, kita sudah menanamkan satu nama di hati-nya *idih bicara soal hati*

Tapi jangan salah niat, hehe.. Jangan memberi perhatian agar kembali dapat perhatian, kalo nggak dapet ujung-ujungnya sakit hati. Niatnya lillah aja, pasti dapat sesuatu yang lebih besar. Dan.. apapun itu, mari berlomba-lomba dalam kebaikan ;)

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA