Siapa Sosok Inspiratif-mu?

Monday, January 05, 2015

Kita ada disini sekarang karena suatu sebab, dan apa itu? Sebagian orang tahu pasti sebab musababnya, sebagian lain mungkin hanya kebetulan saja. Beruntunglah mereka yang berusaha mati-matian untuk sampai di sini, karena berjuta cerita akan menantimu di masa yang akan datang :).

Bukan cita-cita sesaat ketika bermimpi kuliah di kampus ternama di Indonesia, itu sudah tertanam sejak kelas 2 SD, karena satu kata 'Ingin jadi Insinyur' yang pada realita saat ini cita-cita itu tak akan pernah terwujud (gelar Insinyur sudah berubah menjadi Sarjana Pertanian saat ini). Tapi apa hanya itu yang membuat saya di sini sekarang?

Orang bilang, apa yang kita pikirkan akan sama saja dari tahun ke tahun, kecuali bila kita membaca buku atau bertemu dengan orang-orang yang membuka pikiran kita. Dan memang dari sisi ini saya banyak menemukan motivasi. 

Kelas XII SMA menjelang UN dan saat itu saya masih nggak yakin dengan masa depan saya. Waktu itu saya rajin ke perpus, bukan untuk belajar, tapi rebutan buku bacaan (read: Novel) dengan teman-teman kelas lain. Entah saya tiba-tiba dapat buku Sang Pemimpi, waktu itu belum se-fenomenal sekarang, dan buku itu saya pinjam dan saya bawa pulang.

H-3 Try out ujian akhir, saya masih begadang membaca Sang Pemimpi, entah hawa apa di buku itu sehingga membuat saya tak mau berhenti membacanya. Turning point saya adalah ketika Arai dan Ikal bermimpi tentang Sorbonne, dan kemudian mereka berani mengambil resiko merantau ke Jakarta demi masa depan. Kerja serabutan demi kuliah.. dan pada akhirnya kesempatan itu datang, mereka mendapat beasiswa ke Perancis.

Di pikiran saya ketika itu, apa iya saya akan terus belajar di ruangan ini? Kuliah apa adanya bukan solusi dan nggak akan mengubah kehidupan. Sampai kapan saya harus hidup bersama orang tua? Dan kapan saya bisa mulai mandiri? Pertanyaan-pertanyaan itu terus terngiang, dan membulatkan tekad saya bahwa saya harus kuliah di Jawa Barat, di Universitas yang paling bagus dan bergengsi, dan itu hanya bisa saya raih jika saya punya kemampuan cukup, sisanya adalah faktor keberuntungan.

Pertanyaan selanjutnya adalah terkait biaya. Mana mungkin saya bisa kuliah di universitas ternama dengan kondisi ekonomi orang tua yang pas-pasan? Apa iya demi saya orang tua harus mengeluarkan sekian puluh juta? Bagaimana adik saya yang tahun depan juga masuk kuliah? Pertanyaan-pertanyaan yang terus membuat saya memutar otak, dan kemudian mencari jalan bagaimana bisa kuliah di Universitas ternama tapi tidak mahal. 

Jatuhlah pilihan saya di IPB, karena informasi dari paman saya bahwa sistem pembayarannya adalah subsidi silang. Satu solusi terpecahkan. Tapi saya juga tidak bisa terus menggantungkan hidup dari orang tua, itu masih terlalu membebani. Saya harus mendapat beasiswa!! Syarat beasiswa tidaklah mudah, maka saya berusaha memenuhi syarat-syarat tersebut semaksimal mungkin. 


You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA