Manajemen Diri #1: Jangan Mengambil Tanggung Jawab Semua Orang di Pundakmu Sendirian

Saturday, January 31, 2015

Pendidikan sosial mengajarkan kita untuk mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. Tapi realita menunjukkan bahwa banyak orang mendahulukan kepentingan pribadi diatas kepentingan orang banyak. Inilah yang selanjutnya menyebabkan masalah tak berujung bagi orang-orang yang tetap berpegang pada prinsip pertama, terutama konflik tak berkesudahan dalam hati. 

Menjadi orang baik itu penting, tapi lebih penting jadi orang baik.

Beberapa orang mengatakan demikian, tapi memang demikian seharusnya. Tapi entahlah kenapa dunia ini terlalu banyak hal terjadi diluar teori sih? Jika semua hal terjadi sesuai kehendak manusia, lalu apa arti dari berusaha? Apa makna dari berdo'a? 

Hanya saja memang beberapa orang sangat terkendala dengan sifatnya dimana sangat ingin membantu orang lain dan banyak mengorbankan diri sendiri. Beberapa pula punya pandangan ingin membahagiakan banyak orang.

Pandangan tersebut sebenarnya tidak salah, hanya saja yang harus dipahami adalah kemampuan manusia itu terbatas. Manusia tak mungkin melakukannya seorang diri dengan sempurna. Jika tetap memaksakan diri untuk mengatasi semua, pasti akan ada hal-hal detail yang luput dari perhatian. Jika memang sempurna adalah orientasi utama, maka kerjakan hal yang sedikit tapi mendetail, itu jauh lebih baik.
1 Pesan Penting Kebahagiaan
Salah satu kunci terpenting untuk kehidupan yang lebih baik adalah menjaga diri anda sendiri tetap berbahagia, daripada menjalani hidup untuk menyenagkan orang lain. Memang mudah untuk menerima tanggung jawab yang palsu, dengan berpikir bahwa adalah tugas yang mulia untuk menjaga semua orang tetap berbahagia, menolong orang atau membantu menyelesaikan masalah orang lain.
Tentu saja, itu sangat terhormat dan patut dikagumi jika ingin membantu orang lain sebanyak mungkin. Tetapi yang jadi masalah adalah kita tidak seimbang. Kita banyak melakukan bagi orang lain tetapi tidak membuat diri kita sendiri menjadi tetap sehat dan kuat.
Terdengar egois mungkin, ada batas yang tipis disini.
Prioritaskan diri anda bahagi dahulu, ini penting. Sebab saat anda melakukan kebaikan bagi orang lain, ternyata orang itu tidak bahagia dengan perlakuan anda, tetap dalam masalahnya, mereka tetap menghadapi dan memikirkan masalahnya. Apakah anda bertanggung jawab dengan kebahagiaan mereka?
Kebahagiaan anda dikendalikan anda sendiri. Inilah waktu bagi anda bersikap dewasa dan jujur dengan diri anda sendiri, bahwa kebahagiaan orang lain tidak dapat kita kontrol sepenuhnya, kebahagiaan kita yang dapat kita kontrol sepenuhnya.
Tidak perlu mengambil tanggung jawab palsu dan mengijinkan diri anda diperbudak dengan pemahaman yang salah. Jika Anda berbahagia, anda juga membuat lingkungan menjadi baik dan itu terpancar dari sikap dan perilaku anda, yang ujung-ujungnya berbuat baik kepada orang lain.
Lebih mudah mana berbagi makan dengan orang lain? saat lapar atau kenyang? saat kita kenyang tentunya.
Saat anda kenyang dengan bahagia, maka anda akan mudah berbagi kebahagiaan dengan mudah. 
Semoga bermanfaat.
https://www.facebook.com/pendidikankarakter/photos/a.488718331217965.1073741827.116202891802846/796509777105484/?type=1&fref=nf





You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA