Anomali

Friday, April 19, 2013

Semua orang duduk menunggu kereta Commuter Line ke arah Bogor datang. Sudah terbayang bagaimana sesaknya di dalam gerbong kereta, serbuan para pekerja dari Jakarta tentu sudah terlebih dahulu memenuhi gerbong kereta. Beruntung fasilitas gerbong khusus wanita sudah disediakan sejak setahun lalu, meski aplikasi pelaksanaannya nggak semulus yang dibayangkan, hingga dalam gerbong selalu dijaga petugas khusus yang siap memperingatkan jika ada kaum adam yang berusaha masuk ke kawasan gerbong ini.

"Perhatian, jalur 3 kereta tujuan Bogor sesaat lagi akan tiba", suara dari pengeras suara membuatku segera sigap.

Kereta berhenti tepat di depanku. Aku menarik tangan Risa memasuki gerbong khusus wanita, mencari ruang untuk berdiri di tengah kerumunan para pekerja yang sama-sama tampak lelah. Berdiri mencari tempat untuk bersandar, itu sudah cukup nyaman, apalagi jika beruntung mendapatkan tempat duduk.

Kereta berjalan dengan kencang, AC makin terasa dingin dengan hujan yang tiba-tiba turun diluar. Entah akhir-akhir ini cuaca sering tak menentu, padahal ini musim panas. Hujan membuat segalanya menjadi lebih lambat, bahkan soal penantian. Bagaimana bisa tak lambat jika menunggu sambil kebahasan kuyup karena tak membawa mantel pelindung ataupun payung? Sungguh hujan diluar musim sangat merepotkan.

"Mbak, bawa payung mbak", tanya Risa, rekan kerjaku.
"Iya bawa, kamu bawa tidak?", tanyaku balik.
"Sepertinya enggak mbak, ikut ya nanti sampai naik angkot", katanya.
"Oke, baiklah", jawabku.

Perjalanan kami tak jauh, hanya melewati 5 stasiun tersisa untuk sampai ke Bogor. Ternyata hujan berlanjut hingga kami turun. Aku membuka payungku dan melangkah keluar gerbong diikuti Risa. Jalan-jalan becek dan licin, kami harus berhati-hati dalam berjalan. Belum lagi hilir mudik para penumpang di stasiun ini membuat engap, sulit mencari jalan keluar. Bocah-bocah berumur belasan tahun berteriak-teriak menawarkan jasa ojek payung. Semua riuh, berpadu dengan keributan dan suara derasnya hujan yang entah kapan akan reda.

#END

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA