Sagu Punya Potensi Besar Sebagai Sumber Karbohidrat dan Bioenergi

Tuesday, February 05, 2013

Berhubung hari ini dijejali dengan materi seminar tentang Kelapa Sawit dan Sagu, saya mau nulis artikel tentang sagu saja. Pertama, re-memorize. Kedua, saya pilih menulis sagu karena harus ada yang mengangkat sagu menjadi sesuatu yang menarik :). Bismillah...

Metroxylon sagus merupakan tanaman asli Indonesia yang berpotensi menghasilkan sejumlah karbohidrat namun pemanfaatannya belum maksimal. Indonesia masih bertumpu pada beras sebagai satu-satunya sumber karbohidrat, dan paradigma mereka yang belum mengkonsumsi beras adalah 'orang miskin'. Sehingga kemudian perhatian pemerintah pun terpusat pada pengembangan beras, dan memaksakan beras sebagai makanan pokok untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Padahal budidaya sagu terbilang lebih mudah dibandingkan beras, karena sagu bisa mendapatkan hasil yang bagus walaupun hanya pada lahan sub optimum. Produksi rata-rata sagu juga 3 kali lebih besar dibandingkan padi, yaitu sebesar 15 ton/ha/tahun. Sagu cukup ditanam sekali seumur hidup tanaman tersebut, sedangkan padi perlu 3 kali tanam dalam setahun. Secara komposisi kimia juga tidak ada perbedaan fundamental dibandingkan sumber karbohidrat yang lain selain unsur protein dan vitamin yang bisa disubstitusi lauk/ sayur.

Sebuah penelitian tentang pati sagu juga dapat digunakan sebagai substitusi pati dari tapioka, yaitu untuk pembuatan empek-empek, kerupuk, dll. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya kalau produksi sagu diperhatikan, Indonesia bisa mencukupi kebutuhan karbohidratnya tanpa harus mengimpor dari luar negeri. 

#7HariMenulis - Hari Keenam -

You Might Also Like

1 comments

  1. papa saya sempat ditugaskan di Maluku, yang notabene mempunyai makanan pokok berupa sagu.
    Sagu disana biasanya dibuat papeda atau sagu kering yang nikmat diseduh kopi atau teh.
    Pertama kali mencoba sagu kering, saya ga doyan dan berujung membuang sagu ke laut.
    Tapi saat mencoba papeda pertama kali, saya langsung jatuh cinta.
    Bahkan setelah pulang ke Jogja pun kemudian rajin makan di restoran Indonesia Timur yang menjual papeda :)

    ReplyDelete

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA