Rekayasa Cuaca, antara Keuntungan dan Kerugian

Monday, February 04, 2013


Banjir yang melumpuhkan ibukota pada pertengahan Januari lalu ternyata membuat pemerintah berinisiatif melakukan rekayasa cuaca agar awan-awan yang berpotensi menimbulkan hujan di sekitaran Jabodetabek dialihkan agar hujan jatuh di laut. Hal ini mempertimbangkan jika Jakarta kembali dilanda banjir, semua aktivitas akan lumpuh.

Pemerintah DKI menggelontorkan 14 M untuk membiayai rekayasa cuaca tersebut, dan bisa dibilang rencana tersebut sejauh ini berjalan mulus. Angka yang cukup fantastis, tapi angka itu tidak berarti apa-apa dibandingkan kerugian yang terjadi kalau aktivitas ekonomi yang terpusat di Jakarta lumpuh karena banjir. Rekayasa cuaca ini nggak hanya 2-3 minggu saja, tapi selama 2 bulan, tepatnya sampai awal Maret 2013.

Bolehlah kita menilai keuntungan Jakarta kalau tidak banjir seperti apa, dan bagaimana rekayasa cuaca ini akan dinilai sangat tepat untuk Jakarta dibanding pembangunan inventaris-invetaris yang belum menampakkan keefektifannya mengurangi dampak banjir.

Tapi pernahkan terbayang kalau ini bisa mengganggu keseimbangan ekosistem? Dan tahukah ini justru semakin mentolerir kebobrokan budaya masyarakat. Lihat saja masyarakat di sekitar Pluit, mereka terus saja membuang sampah-sampah ke sungai selepas banjir, padahal mereka tahu itu bisa menyebabkan banjir di kemudian hari. Mereka semakin tidak peduli dengan lingkungan, dan ketika musibah terjadi selalu menyalahkan pemerintah.

Belum lagi daerah sekitar Jabodetabek lainnya menanggung kerugian ini. Musim hujan selalu dimanfaatkan petani untuk menanam padi karena membutuhkan keberadaan air yang cukup. Petani tentu telah memperkirakan pada awal musim untuk menanam. Nah, apa jadinya kalau mereka telah menanam dan kekurangan air? Tentu saja selain hasil tidak maksimal tanaman bisa mati. Kalau tanaman mati, siapa yang dirugikan? Kembali lagi kaum kecil. Kalau menanamnya hanya satu atau dua tanaman sih tak jadi soal, tapi kalau berhektar-hektar kan urusannya beda lagi.

Semoga dalam mengambil kebijakan, pemerintah DKI tak hanya mementingkan kepentingan DKI saja. Tetapi juga memikirkan akibat bagi daerah sekitarnya. Jangan egois dong, yang banjir Jakarta kok daerah lain suruh ikut merasakan kekeringan.

#7HariMenulis - Hari Kelima -

You Might Also Like

2 comments

  1. Wah tulisannya bagus,.Mungkin tulisan ini lebih lengkap kalau dijelaskan proses rekayasa cuacanya, saya pingin tau :)

    ReplyDelete
  2. sebenarnya di berita-berita sudah banyak mas, maka gak saya tulis ulang..
    Tapi bolehlah nanti saya tambahkan.
    Thx for visit :)

    ReplyDelete

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA