IQ Tinggi, Bukan Jaminan Seseorang Berkarakter Positif

Sunday, February 17, 2013

Jawara, tapi sombong, kalau ngomong nyelekit dan merendahkan, banyak. IPK nyaris 4, alim, pengertian terhadap orang lain juga ada. Tapi dominan mana sih? Dan mana yang lebih menentukan sukses sih sebenernya? Dan penting mana?

Habis ikutan training ESQ jadi pengin nulis ini, sekedar pengingat bila di kemudian hari luntur pemahamannya, dan sarana berbagi, semoga orang yang baca lebih mengerti.

Pernah dengar konsep IQ, EQ, dan SQ kan? Sejauh ini IQ masih dijadikan sebagai faktor utama penentu kesuksessan seseorang, padahal yang menentukan karakter seseorang itu bukan IQ, melainkan EQ. Jadi kalau ada orang yang pintar, kemudian tidak menghargai orang-orang yang nggak sepintar dia, berarti dia memiliki IQ tinggi, tapi EQ-nya nggak bagus. EQ itu bentuknya seperti apa sih? EQ itu emosi seseorang, bisa diartikan kejiwaan-lah. EQ dikatakan bagus kalau yang keluar adalah sifat-sifat yang baik.

Nah satu lagi, SQ itu apa sih? Spiritual, keagamaan, keyakinan, ruhiyah. Apa pentingnya SQ? 

Simple saja, kenapa di negera adidaya yang terkenal manusianya berintelektual tinggi justru tingkat bunuh dirinya juga tinggi? Karena mereka keropos spiritualnya, tidak ada asupan bagi ruhiyahnya sehingga ketika frustasi dengan mudahnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

SQ saja bagaimana? Apakah kehidupanmu bisa berubah jika kau hanya duduk manis membaca kitab suci tanpa melakukan perbuatan? That's why...

So, IQ bukan jaminan utama kebahagiaan dan kesuksessan seseorang, meski juga jangan memandang sebelah mata IQ karena sistem masih mengedepankan IQ. Jadilah yang ideal, IQ, SQ dan EQ harus seimbang. 

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA