WMM 2013, Korban Banjir Jakarta, dan Pak Habibie

Thursday, January 17, 2013


Ceritanya panjang.....banget!! Sedih, Jengkel, heboh, semua jadi satu.

Kemaren waktu masih liburan di rumah, aku di daftarin Susi ikut Workshop WMM (Wirausaha Muda Mandiri) di CDA, karena terbatas cuma 100 orang, aku baru tahu setelah didaftarin. Okelah.. kebetulan saya bisa :D

Pagi ini kami peserta workshop WMM diinformasikan untuk berkumpul di depan rektorat pukul 04.30 WIB, lah mana bisa, kan jam 04.30 baru adzan subuh. Aku dan Cucun sholat subuh dulu kemudian berangkat, hujan sedari malam ternyata gak kunjung reda, malah kian deras. Kami tiba di depan rektorat tepat saat bagian kami di absen, dan kemudian kami masuk bus. Bus berangkat pukul 06.00 WIB dan hujan semakin deras saja. O ya, kami dari AGH 45 ada arga, aris, cucun, tuti, arina, saroh, ika, agus rahman, rizal, monic, adis, cahya, andre, dll dan 1 orang AGH 47 (gak tau namanya, tapi dia praktikan-ku dulu).

Sekedar info, di Kedung Halang sedang ada pembangunan jalan sehingga perjalanan kampus-pintu TOL saja sudah 1 jam. Setiap masuk TOL, semua kendaraan padat merayap. Jam 09.00 baru sampai Pasar Rebo, padahal menurut jadwal acaranya dimulai pukul 09.00. Kondisinya macet parah, mungkin karena hujan, atau bisa jadi juga karena banjir. Masuk Cililitan sudah 11.00 (dalam hati berteriak.. waaa, bisa telat parah!!), dan jujur saya sebel sama rombongan polisi yang lewat tadi. Bukannya bersyukur bisa lewat dengan lancar, masih ngejek kita yang kena macet dengan lambaian tangan "dada-dada" yang gak penting itu. Saran saya, anda sudah mendapat prioritas jadi lebih baik jangan merendahkan orang yang memprioritaskan anda, atau anda bakal direndahkan oleh orang lain. 

Alhamdulillah setelah itu sudah area Senayan, berarti sebentar lagi sampai. Tapi, waaa itu sudah pukul 12.00. Dan sewaktu rombongan kami tiba, ternyata nggak hanya rombongan kami yang terlambat karena terjebak macet. Kami berburu masuk JCC mencari toilet karena AC bus yang sangat dingin, dan teman saya malah sempat melihat pak Habibie keluar dari ruangan. Denger nama pak Habibie, langsung nyesek rasanya (Huaaa..Bapakkk,, kami masuk dan Bapak keluar). Harusnya tadi kalau gak macet pasti bisa dengerin Pak habibie.., harusnya..harusnya dan harusnya. Semua satu rombongan agak kecewa. Tapi dalam hati saya berdo'a semoga beliau diberi kesehatan dan suatu saat masih bisa bertemu dengan beliau, aamiin.

Pak Habibie adalah tokoh Indonesia yang saya kagumi selain Pak Amien Rais dan Soe Hok Gie. Pak Habibie karena kecerdasannya, kerja kerasnya dan keyakinannya dalam mewujudkan cita-cita. Pak Habibie dan Pak Amien, dua tokoh yang saya kagumi karena agamanya yang kuat, intelektual, jujur, dan berani mengatakan kebenaran itu secara terang-terangan meskipun harus dihujat oleh banyak orang yang tidak suka dengan mereka. Soe Hok Gie karena pikirannya yang jauh ke depan, berani dan solutif. Kalau membahas beliau bertiga ini, rasanya butuh artikel khusus :)

Kembali soal Workshop WMM. Akhirnya kami mengikuti workshop yang diisi Pak Joko, sutradara muda. Cuma 10 menit dan kemudian saatnya istirahat siang, ishoma. Kami menuju Cendrawasih room untuk makan siang, dan kami terpisah (hiks..hiks..). saya berempat dengan elin, cucun dan kawan TPB dulu (entah lupa namanya). Setiap berpapasan dengan mahasiswa Universitas Swasta di Jakarta ini sedikit merasa minder, wkwkwk, curcol, gila mereka gayanya high class semua, kita sederhana aja nggak ada yang mencolok dari style kita (merendah :)). Gaya boleh stylist, tapi otak tetap harus berisi :D

Gaya prasmanan emang agak kurang sreg buat kami yang secara adat istiadat dan hukum Islam selalu makan dengan duduk. Yap, Cendrawasih Room pun berubah jadi lapak tempat mahasiswa yang makan sambil lesehan. Semuanya, warna almamaternya pun warna-warni, bahkan lebih meriah, hhehehe. Tapi jangan salah, warna biru donker ternyata jadi favorit buat almamater. Jadi kalau mau menyapa, lebih baik perhatikan baik-baik logo BHMN di sebelah kanan, atau logo LK di sebelah kiri, atau sekalian lihat logo IPB di saku almamater sebelah kanan.

Setelah makan siang, kami langsung menuju ke lokasi workshop dan sengaja memilih tempat agak paling depan. Pengisi materi adalah Mr. Bill Reichert, full english presentation (agak roaming, tapi berhubung bisa lihat gerak mimik-nya masih bisa nebak-nebak beliau bicara apa, sekalian latihan listening buat TOEFL sabtu ini :D). Alhamdulillah hasil menebak-nebak omongan tadi bisa menyimpulkan :D Intinya adalah tentang bagaimana dari menjadi pintar hingga bisa mengubah dunia. Ini cukup menarik, yah karena bagaimanapun inilah satu-satunya talkshow yang kami ikuti hari ini fulltime :)

Selanjutnya adalah pemberian sertifikat secara simbolis, setiap universitas diwakili salah seorang mahasiswanya. Huaaa, IPB gak ada (may be karena kita telat tadi). Trus bagi-bagi doorprize deh!! Wkwkwk, IPB ngeborong Samsung Galaxy Tab 7. 4 orang dari IPB dan dua diantaranya adalah mahasiswa AGH yaitu adis dan anak 47 tadi yang aku lupa namanya (Ahmad siapa gitu). Oke..oke.. Setelah itu adalah penampilan dari Glen Fredly, berapa lagu ta tadi, 5 lagu kayaknya :)

Then..., makan malam, penyerahan goody bag, sertifikat, dll. This is the last of my writting today :)







You Might Also Like

1 comments

  1. sepakat. saya kagum dengan pak habibie. bahkan sebelum filmnya yg menyihir jutaan mata itu ditayangkan di bioskop :)


    join balik ke blogku ya. pingin nambah2temen niihh hehehe
    http://inarakhmawati.blogspot.com

    ReplyDelete

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA