TEGAR 2013 dan Agro-Graduation

Monday, January 14, 2013

Akhirnya bisa bebas bercerita lagi.. Tentang AGH-ku, tentang sahabat, dan kelulusan..

Bus 'Pahala Kencana' melaju dengan cepat terkendali, benar-benar sesuai rencana, pukul 05.30 aku sudah tiba di Tugu Kujang dan siap melanjutkan perjalanan ke arah Dramaga dengan angkot 03. Alhamdulillah bisa sampai Bogor tepat waktu, setelah 2 minggu liburan panjang di kampung halaman. Bela-belain banget segera balik ke Bogor demi TEGAR, demi bertemu teman-teman yang satu persatu mulai meninggalkan kota hujan mencapai asa masing-masing.

Bersama rombongan kami berangkat menuju GWW dan segera melakukan regisrasi. Banyak yang terkejut melihatku sudah di Bogor, hhehe, karena sengaja aku tak mengabarkan berita kembali ke Bogor pada teman-teman selain teman se-kost. Selanjutnya kami berfoto ria pada back-drop TEGAR yang sudah disediakan panitia.

Agro-Graduation
Merupakan bentuk apresiasi dari Himagron kepada mahasiswa/i yang telah menyelesaikan studi-nya di departemen Agronomi dan Hortikutura, dan ini adalah yang kedua kalinya. Pada acara ini mahasiswa/i yang telah lulus diberi kehormatan dengan pemberian medali langsung dari Ketua Departemen, Bapak Agus Purwito dan langsung secara simbolik dinyatakan sebagai alumni oleh ketua himpunan alumni. Keseluruhan mahasiswa/i AGH yang pada tahun 2012 telah menyelesaikan studi-nya (dibuktikan dengan SKL) sejumlah 50 lebih, dan yang hadir dalam acara ini berjumlah 29 orang.

Foto Angkatan
Adalah event yang selalu dinanti dalam setiap acara reunian yaitu foto angkatan. Sekedar informasi saja, acara TEGAR 2013 ini dihadiri mulai dari angkatan 1-49. 49 angkatan lho berkumpul jadi satu di GWW.. Yap, mulai dari angkatan 1-20, dilanjutkan 21-40, 41-43, 44, 45, 46, 47, 48 dan 49.

AGS IV
Pada hari ini juga adalah pemberian hadiah bagi pemenang AGS IV sekaligus pengumuman siapa yang menjadi juara umum. Yap, haha setelah 3 tahun menjadi juara umum berturut-turut akhirnya Indigenous 45 harus menyerahkan gelar juara umum tersebut kepada angkatan yang lebih muda yaitu Eideweiss 47. Tapi untuk gelar juara futsal, ternyata kawan-kawan masih tak rela melepaskannya setelah berhasil merebut gelar juara dari AGH bersatu beberapa tahun lalu. Alhamdulillah, dari semua cabang masih ada yang menang, bukti eksistensi tingkat akhir... :)

Stand up Comedy
Lomba ini ternyata berlangsung Live dari panggung GWW, dan Indigenous diwakili oleh Hans. Hebohnya lagi ternyata ini batle, lhoo.. Empat peserta mewakili 46, 48, 49 dan 45. Salah seorang menceritakan tentang perang dodos, ada juga tentang Bara, tentang muka tua, dan si hans ini benar-benar mewakili suara mahasiswa tingkat akhir, hahaha, apa itu??

Mari dengarkan suara hati mahasiswa tingkat akhir!! 
(versi Hans Doris Welly, yang dibenarkan dengan suara mayoritas tunggal oleh mahasiswa tingkat akhir lainnya :D)

1. Mahasiswa tingkat akhir itu sudah cukup menderita, maka jangan menambah luka-nya dengan pertanyaan "kapan seminar?". Seolah-olah hanya pertanyaan itu yang ada dan selalu ditanyakan dimanapun bertemu. 

2. Angka menjadi sesuatu yang fenomenal bagi mahasiswa tingkat akhir, kalau angkanya masih 1 masih tenang, tapi kalau sudah 400, 600, apalagi 700, semakin cepat-cepat saja mereka mengerjakan skripsi berharap masih bisa mendapat kuota wisuda (di IPB kuota sekali wisuda hanya 800 orang). Jadi orientasi rajin mengerjakan bukan karena agar lulus cepat, melainkan agar mendapat kuota wisuda.

3. Mahasiswa tingkat akhir ini adalah mahasiswa yang rajin berolahraga, kenapa? Karena mereka butuh tenaga ekstra untuk berlari kesana kemari agar mendapat tandatangan untuk seminar-lah, sidang-lah, hingga syarat kelulusan.

Okelah.. kembali menegaskan soal GULMA yang hingga saat ini masih menjadi Mata Kuliah paling favorit di AGH. Gulma yang membawa Hans menjuarai lomba web se-IPB kategori mahasiswa pada tahun 2011, dan boleh diakui kalau gulma juga yang mengantarkan Hans menjadi juara stand up comedy kali ini dengan pesannya "Jangan menjadi Gulma di jurusan Agronomi dan Hortikultura". Congrats ya Hans... ^^


Senang..., bisa ketemu Ray (yang mulai sibuk dengan kelas Pasca ARL-nya), Lisna (yang sudah mempersiapkan pernikahannya), dan teman-teman lainnya yang mulai jarang bertemu karena kesibukan penelitian, atau bahkan pekerjaan. Pesannya buat semua, ya kalau waktunya ngumpul jangan hanya berkumpul sama kelompoknya sendiri, sedikit berbaur-lah.. Kasian kalau ada yang dibela-belain datang jauh-jauh cuma disuguhi kumpul yang berkelompok saja. Okee, itu hanya suara hati, tapi semoga di dengar sih, soalnya nggak cuma saya yang bela-belain datang jauh-jauh ke Bogor demi TEGAR.

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA