Proximity

Sunday, December 09, 2012

Proximity atau dalam bahasa Indonesianya disebut kedekatan, dalam teori komunikasi lebih diartikan sebagai kedekatan seseorang dengan orang lain akan menjadi penentu sukses tidaknya proses komunikasi yang terjadi. 

Misalnya begini, si A menyampaikan perintah kepada si B melalui email sedangkan si C menyampaikan perintah kepada si B secara langsung (tatap muka). Peluang terjadinya distorsi atau biasnya makna lebih besar yang mana? tentu saja untuk kasus si A karena pesannya nggak disampaikan secara langsung, tingkat kedekatan sumber dengan penerimanya saat komunikasi terjadi sangat jauh. Ini baru contoh yang simple.
Untuk komunikasi person to person bisa seperti itu, untuk kasus jurnalistik bisa diartikan sedikit lebih luas. Juga biasanya sangat terasa untuk berita yang disampaikan melalui tulisan. Pernahkah merasa membaca tulisan isinya hambar? Bukan karena kemampuan jurnalisnya dalam mengemas peristiwa yang kurang menarik, kalau dia menjadi jurnalis sudah pasti punya kemampuan lebih menyampaikan berita dengan baik. Ada sisi dimana ketika menulis, ada jarak antara kita dengan objek yang ingin kita sampaikan kepada pembaca.

Selain tulisan, jurnalis biasanya juga melakukan hunting foto. Teori fotografi saja nggak cukup untuk bisa membuat sebuah gambar itu menjadi penuh arti. Gambar boleh saja bagus, tapi kalau nggak bisa menyampaikan apa pesan, apa artinya?

Apa yang bisa dilakukan untuk menghilangkan gap itu? Mustahil menghilangkan, yang bisa adalah memperkecil. Semakin dekat kita dengan obyek, semakin besar peluang pesan dapat tersampaikan kepada pembaca. Gimana caranya? Wawancara, pahami kehidupannya, dekati dengan hati. Teorinya begitu, prakteknya? Yap. Mari dicoba, sesulit apapun itu kalau sudah terlanjur terjun di dunia jurnalistik mau nggak mau harus praktek!!

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA