5cm Not Only About Semeru

Saturday, December 01, 2012

Biarkan keyakinan kamu 5 centimeter menggantung didepan kening kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih banyak dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdo'a. (Donny Dhirgantoro) 
Novel 5 cm mungkin termasuk salah satu Novel "menggugah" karya anak bangsa. Novel ini menceritakan tentang 5 orang sahabat yang memutuskan untuk tidak bertemu selama 3 bulan untuk menghilangkan kebosanan, dan kemudian mereka bertemu kembali untuk mendaki Semeru dan mengibarkan Merah Putih di Puncak Tertinggi Pulau Jawa ini. Novel ini terbit pertama kali pada tahun 2005 dan telah cetak ulang sebanyak 25 kali (sampai artikel ini ditulis).

5 cm menceritakan tentang persahabatan, cita-cita, nasionalisme, cinta dan Semeru. Mungkin karena object utamanya Semeru, maka diceritakan berbagai keindahan sepanjang perjalanan mencapai puncak Semeru, yaitu Mahameru. Animo masyarakat setelah membaca novel ini adalah keinginan untuk mencapai puncak Semeru, tak heran jika kemudian Semeru ramai dikunjungi pendaki. Ini baru Novel-nya lho..

Mahameru (taken from: facebook Bastiyan Khoirul Annam)
Beberapa hari lagi (read: 12.12.12) 5 cm ini akan ditayangkan serentak di bioskop Indonesia, dan minggu-minggu ini adalah minggu promo film 5 cm. Penggambaran keindahan perjalanan panjang menuju puncak Mahameru digambarkan nyata secara visual. Dan memang ini daya tarik tersendiri dari 5 cm. Effect film 5 cm ini nantinya yang ditakutkan bahkan juga diharapkan adalah membludak-nya pendaki Semeru. Sisi positifnya menambah pendapatan para porter maupun masyarakat setempat, sisi negatifnya adalah kerusakan alam bagi mereka pendaki dadakan yang hanya bertujuan mencapai puncak Mahameru. Kita nggak tahu seperti apa animo masyarakat kedepannya setelah premier.

Pecinta Alam nggak melulu soal mendaki gunung kan? Meskipun beberapa orang berpendapat bahwa Pecinta Alam diakui eksistensinya dengan semakin banyaknya jumlah gunung yang sudah ditaklukkan. Tapi kalau itu benar, nggak relevan banget, trus apa julukan bagi mereka yang senang susur pantai dan menjelajah sungai? Mendaki gunung hanyalah satu dari cara mentadaburi alam, agar kita merasakan keindahan Alam dan membuat kita semakin bersyukur dan mendekatkan diri pada Ilahi. Pecinta alam memang diawali dengan menjaga lingkungan kita. Mungkin beberapa orang nggak puas kalau belum sampai puncak Mahameru, tapi yang terpenting sih jaga keseimbangan alam itu. Jangan cuma pengin sampai puncaknya saja, lupa deh sama kewajiban menjaga alam. Jangan juga memaksa kalau fisik memang nggak kuat, 5 cm bukan melulu soal Semeru.

Nah lagi, 5 cm itu nggak sekedar soal Puncak Mahameru lho? Coba baca dengan cermat, disitu tertulis juga tentang persahabatan, cinta, nasionalisme dan cita-cita. Persahabatan yang harus kita jaga sesibuk apapun kita. Tentang nasionalisme yang harus selalu menggeora di dalam dada kita. Cita-cita yang harus kita kejar, soal puncak gunung hanya suatu simbol pencapaian cita-cita. Bagaimana kita memandang cita-cita sebagai suatu hal yang harus kita capai. 
Jadi kalau kita yakin sama sesuatu, kita cuma harus percaya, terus berusaha bangkit dari kegagalan, jangan pernah menyerah, dan taruh keyakinanmu disini (di depan kening). Jadi dia nggak akan pernah leoas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalau kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, impian, cita-cita dan keyakinan diri (Donny Dhirgantoro)

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA