Go Organic and Back to Nature!

Monday, November 19, 2012


Tiba-tiba saja jadi Organic Campaign, hehe. Fase labil! Apapun, asal nggak ababil deh.

Begini ceritanya, habis baca CODEX jadi banyak sadar dan kepo abis about “ingredients” all instant product. Terserah mau percaya ama misi ‘depopulation programs’ atau enggak, tapi kalau mulai prevent menurutku nggak rugi. Kalaupun issue depopulation programs itu nggak bener, seenggaknya kita sudah ambil langkah nyata menuju kesehatan yang lebih baik.

Begini, setelah lihat beberapa produk instan ternyata untuk minuman banyak yang mengandung aspartame alias pemanis buatan dan untuk makanan banyak mengandung MSG (dan nama turunan-nya). Kalau mungkin masih nggak percaya, bahkan saya dengar ada yang bilang kalau MSG itu mencerdaskan, nggak usah berdebat. Kita punya keyakinan sendiri-sendiri to..

Pertama, soal pemanis buatan. Ibu saya pernah bilang, kalau habis makan/minum sesuatu dan ada rasa yang nggak beres di lidah (biasanya agak ngendal, bhs jawa-nya) bisa dipastikan makanan/minuman tersebut mengandung pengawet. Saya termasuk alergi ‘pemanis buatan’, karena tenggorokan akan langsung sakit buat menelan makanan setelah mengkonsumsinya. Itu efek jangka pendeknya.  Efek jangka panjangnya (bisa googling di internet kalau mau lebih lengkap) bisa menurunkan konsentrasi, obesitas, pusing, mual-mual, kejang-kejang dan bahkan meninggal. Nah, bagaimana kalau saya pecinta kopi? Hampir setiap minuman instan ada kandungan aspartam-nya yang walaupun sedikit tapi kalau dalam seminggu saja mengkonsumsi secara terus-menerus pasti merasakan gejala ringan yang nggak beres. Saran saya, cari yang kandungannya paling kecil atau beralih ke kopi yang ‘agak repot dikit’ yaitu kopi tubruk yang masih harus nyeduh dan nyampur gulanya secara terpisah.

Kedua, soal MSG (Monosodium Glutamat) dan turunannya (ada lebih dari 20 nama lain dr MSG, googling saja). Biasanya banyak terkandung pada makanan instan seperti mie instan, snack, dll. Ini sulit dihindari, tapi kalau mau sehat ya ubah pola makan dari yang instan ke ‘yang sehat tapi agak ribet dikit’. Efek dari MSG ini mungkin banyak yang sudah tahu, mirip-mirip dengan Aspartam atau Formalin juga. Bukan mengurangi kecerdasan karena menurut saya kecerdasan itu nggak akan berkurangm, tapi efek susah berkonsentrasi itulah yang menyebabkan seseorang sulit mengingat informasi baru.

Ketiga, soal Fuoride yang ada di pasta gigi yang ternyata bisa menyebabkan kanker tulang. Ya..memang fluoride efektif menghilangkan kuman, makanya ada di pasta gigi. Trus bagaimana menghindarinya? Saya juga sempat terpikir, apalagi yang bisa digunakan untuk membersihkan gigi? Siwak mungkin, sesuai sunnah nabi. Kalau anda kesulitan, setelah gosok gigi berkumur-kumurlah 3-5 kali dan jangan sampai ada fluoride yang tertelan. Kalau untuk anak kecil, biasanya mereka menggunakan pasta gigi yang bebas fluoride.
Kenapa saya Campaign Go Organic? Karena hampir nggak mungkin kita menemukan makanan yang bebas MSG dan minuman yang bebas Aspartam dan turunannya, saya lebih berpikir untuk menggunakan bahan-bahan yang masih murni dan belum tercampur kedua bahan kimia tersebut. Gula tentu lebih baik buat tubuh, dan setahu saya MSG itu merupakan perisa yang digunakan untuk menambah rasa masakan menjadi lebih ‘gurih’ dan itu secara alaminya bisa dilakukan oleh ‘bawang putih, tomat dan cabe merah keriting besar’. Untuk transgenik, kita nggak tahu tanaman mana yang sudah disisipi gen baru tersebut, tapi seenggaknya kalau kita bisa ‘masak sendiri’ atau back to nature-lah, kita bisa mengurangi konsumsi bahan kimia yang tidak diinginkan dampaknya tersebut.

Sekali lagi saya bilang terserah mau percaya atau enggak kalau bahan kimia tersebut berbahaya, yang jelas mencegah itu lebih baik. Toh kalau nggak benar, berarti sudah mengurangi konsumsi tersebut. Kalau benar berarti kita sudah melakukan pencegahan sedini mungkin.

Okee.., Back to Nature and Be Healthy!!




You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA