Pep Guardiola Keluar dari Zona Nyaman

Wednesday, July 04, 2012



Pagi usai mengikuti seminar hasil salah seorang teman, saya melanjutkan menyusun skripsi di perpustakaan AGH. Saya adalah tipe orang yang nggak bisa diam, alias saya hampir cepat bosan dengan suatu pekerjaan. Mengerjakan skripsi adalah sesuatu yang membosankan (bukan berarti saya meremehkan arti pentingnya skripsi), yang membosankan adalah saya harus berjam-jam menatap monitor, itu yang membuat saya nggak betah. Itu salah satu alasan kenapa saya lama sekali menyelesaikan skripsi. 

Kebetulan saya suka menulis dan menjadikan menulis sebagai refreshing jika otak saya terlalu penat. Saya minimize file word skripsi dan saya tekan tombol Control+N. Iseng-iseng saya buka akun twitter, terpampanglah berita “Mourinho: tak akan dicatat dalam Sejarah”. Berita yang cukup menarik perhatian saya, sebab saya tahu karirnya semenjak saya menjadi pengagum FC Chelsea.  Isinya tentang Mourinho dan Pep Guardialo. Saya bingung, apa hubungan judul berita yang mengangkat nama Mourinho tapi isi berita membanding-bandingkan Pep dengan Mourinho.

Saya juga suka sekali membukan situs Billy Boen atau Young on Top untuk membaca kisah-kisah inspiratif yang akan membangkitkan kembali semangat saya. Kebetulan juga saya menemukan artikel yang berjudul “Inspirasi Mundurnya Pep Guardiola”. Dalam hati, kenapa hari ini saya menemukan artikel-artikel dengan nama Pep Guardiola. Karena penasaran, saya klik link tersebut dan mulai membaca isinya (link saya cantumkan, silakan klik langsung).

Inti yang kemudian saya tangkap dari dua artikel tersebut adalah mengenai zona nyaman. Setiap orang punya target-target yang ingin ia capai. Ketika ia berhasil mencapai target tersebut dan melakukannya setiap hari, akan ada rasa ketidakpuasan tersendiri. Itu karena ia telah berhasil melewati tantangan-tantangan yang ada. Kenapa begitu monoton? Kenapa setiap hari selalu seperti ini? Ingin rasanya melakukan hal yang berbeda.  Setiap orang memiliki keputusan yang berbeda. Ada yang ingin bertahan karena takut tak bisa mendapatkan kembali apa yang pernah ia dapatkan tersebut, namun ada juga yang memutuskan untuk keluar dari zona nyaman dan mencari hal-hal yang lebih menantang baginya lagi. Dan Pep Guardialo adalah tipe yang suka tantangan, maka ia mengundurkan diri untuk mendapatkan tantangan-tantangan baru (Izza).

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA