Tree with Deep Root

Friday, June 08, 2012



          Cerita yang kompleks, tapi secara garis besar film ini bersetting jaman Joseon yang dipimpin oleh Raja Sejong. Raja Sejong merupakan penguasa kedua di tanah Korea yang diberi julukan “yang Agung”, raja Sejong yang Agung. Dalam film ini diceritakan bagaimana usaha Raja Sejong menciptakan huruf hangeul, huruf yang tidak memiliki makna. Setiap karakternya mewakilkan bunyi tertentu yang ada dan umum diucapkan oleh rakyat Korea. 

Cast:
Jang Hyuk as Kang Chae-yoon/Ddol-Bok
Shin Se-kyung as So-yi/Dam

Review:
          Bermula pada masa-masa awal pemerintahan Raja Sejong, ia menjadi penyebab terbunuhnya Ayah mertuanya (Pejabat Shim On, ayah dari Permaisuri Shim yang kemudian dikenal dengan Ratu Soheon) beserta seluruh budaknya karena usahanya untuk menyelamatkannya dari kebrutalan Ayahnya (raja Taejong). Lee Do (nama Raja Sejong) memerintahkan seorang gadis untuk menyampaikan surat kepada Pejabat Shim On, namun ternyata gadis tersebut ada di pihak Lee Bangwoon (Raja Taejong) dan mengganti isi surat tersebut. Surat tersebut diberikan pada Ddol Bok dengan mengatakan kalau surat tersebut adalah perintah Raja untuk menyelamatkan Pejabat Shim On. Ddol Bok yang tak bisa membaca meminta Dam untuk membaca isi surat itu, apakah benar untuk menyelamatkan tuannya. Dam hanya mengangguk,, dan ayah Ddol Bok memaksa bahwa dialah yang akan mengantar surat itu kepada tuannya. Karena surat palsu itu, pejabat Shim On dan seluruh budaknya dibunuh. Hanya Ddol Bok yang selamat (diselamatkan oleh Raja Sejong sendiri) dan Dam yang diselamatkan oleh Permaisuri Shim kemudian menjadi pelayan istana. Ddol Bok menyalahkan Raja karena suratnya tersebut menyebabkan semua orang yang ia kenal terbunuh, dan Dam menjadi tak bisa bicara karena shok dan merasa bersalah karena tak bisa membaca dengan benar sehingga menyebabkan kematian banyak orang.
          Sebelum meninggal, ayah Ddol Bok meminta kepada tuannya untuk menuliskan surat untuk Ddol Bok sebagai permintaan terakhir. Ayah Ddol Bok sendiri meninggal setelah memberikan surat tersebut kapada Ddol Bok dengan kondisi yang luka parah. Ddol Bok bertekad membunuh Raja untuk membalas dendam atas kematian ayahnya. Ia banyak belajar tentang ilmu beladiri dari gurunya (yang ternyata dulunya gurunya ini adalah pengawal pribadi dari Hidden Root), kemudian berhasil menjadi prajurit istana.

Singkat cerita selanjutnya....
          Raja Sejong mempunyai tim kecil dalam penyusunan huruf hangeul, diantaranya Mu Hyul (pengawal pribadi raja), So Yi (karena kemampuannya yang hebat untuk bisa menghafal apayang dilihatnya dalam sekali melihat) dengan tiga orang court lady lainnya (Court lady klo diartikan jadi aneh, apa mau jadi wanita istana atau pelayan istana? Tapi court lady menurutku artinya luas, disini saja court lady dari empat orang ini adalah untuk orang-orang istimewa), pangeran Gwangpyoeng, beberapa orang dari Scholar (aku bingung mengartikannya, sebab Scholar atau kalangan terpelajar itu seperti sebuah profesi disini, padahal kalau sekarang menjadi seorang terpelajar itu keharusan) antara lain  Park Paengnyeon  dan Seong Sam-mun dan Scholar lainnya yang tergabung dalam organisasi rahasia Bumi dan Langit.
          Awalnya Park Paengnyeon  dan Seong Sam-mun amat menentang usaha Raja dalam penciptaan ini, sebab yang ada dibenak mereka (begitu juga dengan pejabat-pejabat istana masa itu) penciptaan karakter berarti mereka harus mempelajari dari awal lagi karakter-karakter baru yang jumlahnya bisa ribuan. Begitu juga dengan Kang Chae Yoon, namun setelah mereka tahu bahwa huruf baru itu hanya 28 huruf yang bahkan bisa mereka hafal dalam setengah hari saja, mereka memilih untuk mendukung rencana raja tersebut.
          Alasan mengapa kelas rendah buta huruf adalah karena kemampuan mereka yang terbatas dalam menghafal, selain waktu yang dibutuhkan untuk menghafal karakter-karakter Cina itu membutuhkan waktu yang sangat lama (bagi mereka waktu tersebut lebih berharga jika digunakan untuk bekerja). Namun buta huruf itu juga menjadi kelemahan kelas rendah sehingga mudah dibodohi oleh kaum-kaum bangsawan. Maka muncullah ide bagi Raja Sejong untuk menemukan suatu sistem penulisan yang mudah dipelajari bagi seluruh lapisan masyarakat. Ada anggapan bahwa dengan kemampuan budak bisa membaca dan menulis itu akan menaikkan kelas sosial mereka, namun raja menjamin bahwa bisa membaca dan menulis tidak akan mengubah kelas sosial, itu hanya akan membuat kaum kecil tidak mudah dibodohi oleh mereka yang memiliki kekuatan.
         Sungguh proses peresmian huruf hangeul ini memakan banyak korban karena berbagai pertentangan. Proses pembuatannya rumit, dan peresmiannya juga tak semudah yang dibayangkan.

Banyak karakter yang aku kagumi disini, karena tak hanya main role saja yang punya peran dalam menghidupkan drama ini.
Awalnya aku kurang menyukai Kang Chae Yoon (Ddol Bok) yang begitu pendendam dan begitu ganasnya keinginannya untuk membunuh Lee Do. Tapi dari sisi lain aku bisa melihat bahwa dia sangat cerdas untuk bisa menemukan jawaban-jawaban misteri pembunuhan yang ia selidiki. Jelas terlihat ketika ia disuruh Raja Sejong menyelidiki kematian-kematian mendadak para Scholar, baik Raja ataupun Mu Hyul tak memberitahu perkembangan penyelidikan mereka pada Kang Chae yoon, tapi ia bisa mengetahui apa yang tak diberitahukan mereka itu. Ia juga membela kaum lemah,menurutnya budak memang tak memiliki kekuatan, tapi bukan berarti budak tak berhak dibela jika memang tak bersalah. Itu ia lakukan ketika menyelamatkan Ga Ri On yang tertuduh sebagai pembunuh. Ia seorang ahli strategi yang baik juga, sewaktu ia memutuskan mendukung aja dan ingin menumpas Hidden Root. Kemudian ia juga orang yang keras kepala dan berpendirian kuat, ia terang-terangan mengatakan kalau ia tak setuju dengan rencana raja membuat sistem penulisan baru karena ia berpikir berapa banyak karakter lagi yang harus ia pelajari, namun ia juga orang yang logis dan bisa menerima pendapat orang lain. Ketika So Yi dan Pangeran Gwangpyeong menjelaskan bahwa huruf itu berbeda dab hanya 28 huruf, maka ia langsung bisa menerimanya dan bahkan langsung mempelajarinya.

So Yi adalah orang yang cerdas, ia bahkan menjadi orang kepercayaan raja dalam pembuatan hangeul ini. Awalnya ia tak bisa membaca dan menulis, namun ketika Raja berhasil mengajarinya menulis, ide-ide dan pemikirannya sangat cemerlang meskipun ia tak bisa bicara. Betapa hidupnya ia selalu membawa-bawa alat tulis untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain. Ia sangat mendukung misi rahasia Raja dalam pembuatan hangeul karena ia juga ingin agar orang-orang kecil bisa membaca, sehingga tidak menjadi korban orang-orang yang pandai menulis.

Lee Do atau Raja Sejong, tak ada habis-habisnya aku mengagumi tokoh ini. Apalagi setelah membaca sejarahnya. Satu hal yang aku sayangkan adalah ketika anaknya saling berebut tahta (ia diteruskan oleh Munjong, dan Munjong oleh Daenjong. Tapi kemudian Su Yang (Sejo) merebut kekuasaan itu dari keponakannya). Dalam konteks drama ini adalah ia mampu bangkit dari ketidakberdayaan-nya menghadapi sikap ayahnya (Lee Bangwoon atau Raja Taenjong) yang sangat defensif, bahkan ia mengatakan mimpinya untuk mewujudkan Joseon yang berbeda dengan banyak diskusi (debat publik). Baginya persoalan itu tak harus diselesaikan dengan kekerasan (pembunuhan), sepertinya ini karena trauma kematian mertuanya. Ia orang yang tak mudah goyah, bahkan ketika Pangeran Gwangpyoeng dibunuh untuk menghentikan rencananya meresmikan hangeul, ia menyusun rencana lebih matang untuk menghindari kematian orang-orang yang mengemban misi penting itu. Ia juga memberi kebebasan setiap orang untuk berpendapat, bukan berarti karena seseorang lebih muda maka tak boleh berpendapat. Siapapu boleh berpendapat dan berhak dihargai atas pendapatnya itu (itu terjadi saat Seong Sam Mun menyampaikan pendapatnya di Jiphyeonjheon dan ditentang oleh pajabat-pejabat veteran).

Ga Ri On, orang yang hebat dalam penyamarannya. Meski dia orang jahat, tapi aku setuju dengan kalimatnya bahwa persembunyian yang paling aman adalah yang paling dekat dengan masyarakat. Benar saja, untuk menyembunyikan identitasnya ia harus membangun kepercayaan masyarakat itu sendiri dari awal. Entah bagaimana ceritanya, ia dikenal sebagai budak penjual daging sapi yang sekaligus dikenal sebagai corps handle terbaik di Joseon. Hmm, bukankah itu menuntut keterampilan tersendiri?? Ia melakukan itu tentu tujuannya satu, agar raja mengetahui kemampuannya dan nantinya raja akan mempercayainya. Ketika raja mempercayainya, maka ia dekat dengan raja sehingga ia tahu sepak terjang rencana-rencana raja. Dia juga bisa membunuh raja tanpa ada yang curiga. Benar-benar penyamaran yang hebat!!

Seong Sam Mun, sosok yang berani dan memiliki kepercayaan diri tinggi (saat menyampaikan pendapatnya bahwa teori yang disampaikan Raja salah dan ia ditentang oleh banyak orang saat itu. Bagi mereka, apa yang diakatan raja adalah benar, tapi baginya Raja mungkin melupakan satu hal, maka ia harus mengingatkan) dan adalah type orang yang ingin tahu. Ia tak bisa membiarkan rasa penasarannya begitu saja, ia akan mencarinya sampai dapat. Ia berusaha mencari tahu sebenarnya ada tugas apa yang dibebankan pada orang-orang yang memiliki tato yang sama dengannya sehingga mereka sampai dibunuh, kemudian ia tahu bahwa organisasi bumi dan langit adalah organisasi rahasia Raja dalam misi penyusunan huruf hangeul.

Yoon Pyoeng, prajurit pribadi Hidden Root, selain karena ilmu beladirinya yang hebat sejujurnya aku kurang suka dengan sikap darah dinginnya. Tapi yang membuatku merasa dia unik adalah penampilannya yang benar-benar seperti hantu (tinggi, muka pucat dan suara parau seperti hantu Kang Chae Yoon bilang) hahaha..., itu bukan mengagumi Yoon Pyeongnya, tapi itu kehebatan pemerannya si Lee Soo Hyuk. Begitu juga dengan Pangeran Gwangpyeong, aku kagum sama pemainnya Suh Joon Young (wah...ini apa-apaan ini, kok jadi menceritakan si casting-nya).

Anak raja Sejong kan banyak (dari ratu Soheon aja beliau punya 8 putra dan 2 putri), tapi yang disebut-sebut dalam drama ini Cuma Pangeran Gwangpyoeng dan Pangeran Suyang. Malah yang ada cast-nya Cuma pangeran Gwangpyung aja... Masa’ iya yang bantuin cuma mereka berdua ajha.... (hahaha,, namanya juga drama fiksi, kalau disebutin semua juga buat apa... diambil yang paling mendominasi-lah....)

Recomended-lah buat yang ingin mengetahui proses pembuatan huruf hangeul.

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA