Puisi Hwadam Seo Kyung Deokk

Thursday, June 07, 2012


“Semua makhluk datang dan datang lagi, tak pernah berhenti.
Aku menunggu apakah semua sudah datang, tapi yang lain tetap datang.
Mereka datang dan datang lagi dari sebuah tempat yang tak bertepi.
Maka aku bertanya pada mereka, dari mana tempatmu berasal?”
(Cuplikan dari bait pertama puisi Hwadam Seo Kyung Deok : Relic)

“Semua makhluk pergi dan pergi lagi, tak pernah berhenti.
Aku menunggu apakah semua sudah pergi, tapi ada yang belum pergi.
Mereka pergi dan pergi lagi hingga saat akhir, tapi tak ada yang terakhir.
Maka aku bertanya pada mereka, kemanakah kalian pergi?”
(Cuplikan dari bait kedua puisi Hwadam Seo Kyung Deok : Relic)


Aku menafsirkannya dalam beberapa hal:

Pertama, seperti sesuatu yang tidak jelas asal-usulnya dan tidak punya tujuan yang jelas. Apakah itu sesuatu yang tak berarti? Tak bisa disimpulkan demikian juga. Hmmm... Maka aku bertanya kepada mereka, darimana tempatmu berasal? Maka aku bertanya pada mereka, kemanakah kalian pergi?

Kedua, aku lebih percaya diri dengan pemahamanku yang ini karena lebih global. Buatku itu suatu siklus. Siklus tidak diketahui mana bagian awalnya dan mana bagian akhirnya, tapi setiap bagian adalah sesuatu yang berkesinambungan. Mereka datang dan datang lagi dari sebuah tempat yang tak bertepi. Mereka pergi dan pergi lagi hingga saat akhir, tapi tak ada yang terakhir.
Diambil dari terjemahan novel the moon that embrace the sun.

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA