IPB Blogging Day: Pengembangan Potensi Pertanian dalam Dinamika Blogging

Thursday, June 28, 2012

         
IPB Blogging Day Season 2 ini merupakan rangkaian dari 5th Journalistic Fair yang diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi BEM KM IPB. Acara dimulai pukul 09.00 di Auditorium Andi Hakim Nasution (Sabtu, 23/06) dibuka langsung oleh Rektor IPB Prof. Dr. Ir Herry Suhardiyanto, MSc. Dalam acara ini juga dilangsungkan pemberian award “Inspiring Blogger of IPB” oleh Rektor IPB kepada Prof. Dr. Ir. Tb Sjafri Mangkuprawira.
Sesi pertama menghadirkan tiga orang pembicara yaitu Yusuf Fikri (Ketua Komunitas Blogger IPB), Ketua Komunitas Blogger Bogor (Blogor), dan Bapak Sjafri Mangkuprawira sendiri. Dalam sesi ini masing-masing narasumber menceritakan awal mula perkenalan dan ketertarikan mereka pada blog hingga upaya mereka membuat blog mereka tetap eksis hingga saat ini. Menentukan tema blog atau niche harus terlebih dahulu melakukan segmentasi pasar, kira-kira yang sedang dibutuhkan orang saat ini itu apa. Kebanyakan blogger pemula memilih tema gado-gado pada blognya karena belum menemukan sesuatu yang cocok, seiring dengan pengalamannya menulis di blog, ia akan mengerucutkan isi dalam blognya pada satu tema tertentu atau akan mempunyai beberapa blog dengan tema-tema tertentu dan membiarkan blog pertamanya sebagai blog gado-gado. Selain itu, Pak Sjafri menyatakan kalau konteks kekinian juga penting. Misalnya, kita membuat blog dengan aspek budidaya. Orang sudah banyak blog tentang budidaya, akan lebih baik jika kita memberikan suatu nilai tambah pada blog kita yaitu membahas hasil temuan-temuan teknologi budidaya yang baru, orang akan lebih tertarik pada hal yang sifatnya memberi nilai lebih. Berbeda dengan Yusuf Fikri, ia lebih memilih memberikan apa yang sedang dibutuhkan pembaca sehingga blognya tidak terbatas pada satu tema tertentu saja. Terakhir, yang paling penting adalah kontinuitas. Kontinyu tidak berarti harus setiap hari atau setiap minggu harus update artikel baru, tetapi kontinyu disini diartikan masih aktif up date artikel.
Selanjutnya Feri Latief (Fotografer dari National Geographic) menyampaikan Blogger Fotografi dan konteks Citizen Journalistic. Menurut beliau, citizen journalisme (jurnalisme warga) itu sudah ada sejak lama dalam masyarakat. Kentongan merupakan salah satu contohnya. Citizen journalist mengutamakan kecepatan berita, keakuratan untuk mempercepat proses pengambilan keputusan. Citizen journalist tentu tidak terlepas dari pesatnya kemajuan teknologi dan informasi. Berbagai kelebihan citizen jornalism dibandingkan profesional journalism adalah kecepatannya dalam memperoleh berita. Contohnya, terjadinya gagal landing pesawat di Halim Perdana Kusuma beberapa waktu lalu, citizen jurnalist memperoleh gambar jatuhnya pesawat dan asap yang mengepul akibat jatuhnya pesawat dimana saat itu wartawan belum mengetahui kejadian tersebut. Saat wartawan tiba dilokasi, yang tinggal hanya bangkai pesawat yang sudah hancur saja.
Dalam acara ini Fikri juga menyampaikan bagaimana meningkatkan statistik pengunjung di blog kita dengan Search Engine Optimization (SEO). Sesi selanjutnya menghadirkan pembicara dari Indonesia Berkebun dan  Komunitas Blogger ASEAN. Dalam acara ini juga berlangsung Tweet Competition, dan juga pada akhir acara diumumkan blog competition (Arin/red).
  
*)krn saya g ngikut sampe akhir, saya sertakan link dri teman Rizky Pradana (HPT 45) dan artikel-artikel tentang Citizen Journalist dan Search Engine Optimizer dibahas diartikel selanjutnya :)

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA