Memandang Sisi Lain dari Kehidupan

Monday, May 21, 2012


“Life is double side: There’s a wrong side and right side, a sad side and happy side. There’s a good side and bad side, a black side and bright side. So if things seem dark to you, just change your thoughts about. Life will look quite different if you turn it best side out”.
 (Liara, 2012)

          Sebuah SMS kata-kata bijak yang rutin WE (Winning Eleven, nama KMK IPB angkatan 45) lakukan setiap hari Jum’at, seminggu sekali sesuai giliran. SMS ini cukup membuatku berpikir dan merenung. Setelah aku berpikir-pikir lebih lama, konten ini memang tak salah karena mengungkap dua sisi berlawanan dari kehidupan. Tapi kemudian terlintas dibenakku bahwa jika kita mampu melihat lebih banyak sisi lain dari kehidupan, maka alangkah beruntungnya kita hidup di dunia ini.
          Setiap orang memandang kemiskinan sebagai nasib yang menyebabkan hidup kita menderita. Sedikit orang bisa menafsirkan kemiskinan sebagai suatu anugerah Tuhan. Orang yang miskin tak punya harta benda melimpah, tapi bukan tak berarti tak memiliki apa-apa. Ia masih punya Tuhan yang menciptakannya, ada semangat dan kemauan untuk berubah. Orang miskin harus berusaha sedikit lebih keras daripada orang kaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, tapi bukan berarti tak bisa memenuhi kebutuhannya. Dan karena ia berusaha sedikit lebih keras, maka ia lebih mensyukuri apa yang ia peroleh dibandingkan orang kaya (bukan berarti orang kaya juga tidak bersyukur, tapi jujur saja).
          Orang yang tidak kuat berlari akan membutuhkan usaha sedikit berjalan lebih cepat untuk mencapai tujuannya, tapi bukan berarti dia tak bisa mencapai tujuannya. Orang yang direndahkan, bukan berarti dia rendah, dia hanya butuh sedikit waktu untuk dapat diakui sebagai pribadi yang lebih baik.
          Dalam penderitaan selalu ada upaya untuk menjadi lebih sejahtera, maka jangan memandang kemiskinan sebagai penderitaan yang tiada akhir. Anak orang miskin tak selamanya ingin jadi miskin, ia perlu sedikit berjuang untuk mendapatkan kesuksessan. Tapi kata “sedikit” itu bisa berarti besar, karena kata sedikit itulah yang membedakan usaha seseorang. Maka yang membedakan seseorang dari kedua sisi kehidupan yang berlawanan itu adalah kemauan dan usaha untuk berubah.
          Menilik sisi lain dari kehidupan akan membuat kita berbahagia. Seperti apakah itu? Apa kita hanya memandang kemiskinan sebagai suatu penderitaan? Dari kemiskinan, timbul keinginan untuk berubah. Keinginan akan terwujud jika disertai usaha, dan usaha tak hanya sekali bisa berhasil. Usaha yang dilakukan berkali-kali membuat kita berpengalaman menghadapi situasi. Berpengalaman membuat kita piawai, dan piawai adalah master, artinya kita mampu menguasai suatu bidang. Bukankah ini suatu kelebihan?? Selalu ada sisi positif dibalik sisi negatif kejadian.
          Dari kalimat itu, aku ingin belajar menilik sisi lain dari kehidupan. Tak mungkin jika aku menulis kehidupan-kehidupan orang disini, maka aku mengambil drama sebagai latihan untuk mengasah kemampuanku melihat sisi positif dari kehidupan.

*) thanks buat Lia Ratih Kusuma Dewi untuk SMS yang menginspirasi. Untuk WE, mari kita lanjutkan program ini.
         
         
         

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA