Kejadian-kejadian Bermakna

Saturday, April 07, 2012


Sewaktu short vacation (lebih tepatnya meliburkan diri sejenak dari kepenatan penelitian dan skripsi), banyak sekali mengalami kejadian-kejadian bermakna yang sebenarnya juga tak terduga.

Membuat e-KTP membutuhkan proses yang panjang, sebenernya singkat, tapi karena keahlian petugas bisa dibilang baru-baru menggunakan barang-barang teknologi seperti itu, maka prosesnya menjadi agak lama. Kami harus antri di kantor kecamatan untuk menunggu giliran aneka rupa scan (sidik jari, mata, foto, tandatangan, dll). Saya antri sesuai prosedur, tapi kenapa tiba-tiba beberapa orang yang datang setelah saya jadi masuk ruangan duluan?? Aih, petugas itu bagaimana sih?? Ini praktek KKN ni,, g benar!! Saya berharap sih, semoga selanjutnya petugas layanan masyarakat harus adil dan disiplin dalam menjalankan tugasnya. (salah juga saya, harusnya saya protes saat itu!! Aah, besok-besok tak boleh seperti itu lagi).

Sewaktu belanja di salah satu swalayan besar di Klaten, kami berniat membeli sandal jepit satu pak. Karena tak tahu harganya dan takut salah, maka kami bertanya pada salah satu pelayan toko "mbak, ini harganya berapa?", tanya ibuku kepada pelayan. Si pelayan menjawab "lihat saja disitu!", dengan nada jutek. Hmm..., jelas-jelas tak ada tulisan harga maka kami bertanya. Spontan aku menyeletuk "jelek amat pelayanannya!!", cukup keras, dan semoga pelayan tadi mendengar. Service tak memuaskan, bisa-bisa pelanggan kabur, perusahaan bangkrut.

Sempat saya berbelanja di salah satu swalayan di Pedan, Klaten, karena kebetulan minyak goreng di rumah habis. Saat itu antrian ada satu di depan saya, dan saya langsung meletakkan barang belanjaan saya di kasir karena antrian di depan saya sudah hampir usai. Tiba-tiba ada orang nyelonong masuk di antrian saya padahal jelas-jelas giliran saya, mentang-mentang belanjaan dia Cuma softener pewangi saja. Saya tak terima, saya dekatkan belanjaan saya di dekat scan barcode, tapi oleh pelayan yang bertugas mewadahi ke dalam plastik belanjaan orang yang menyerobot antrian saya tadi di dekatkan lagi ke scanner dan pelayan itu tidak merasa bersalah sewaktu saya lihat matanya. Hmm,, klo sampai giliran saya diserobot, saya g akan tinggal diam, batinku. Pelayan yang bertugas scan barcode tiba-tiba menjauhkan belanjaan orang tadi dan mendahulukan belanjaan saya. Alhamdulillah, ada orang yang melihat keadilan disini... Klo sampai punya orang tadi didahulukan menyerobot saya, saya akan protes!! Keadilan, kedisplinan itu perlu ditegakkan dimanapun kapanpun. Jangan salah, service itu menjadi penilaian tersendiri bagi pelanggan terhadap suatu perusahaan barang ataupun jasa.

Kereta ekonomi yang dalam pandangan orang umum negatif, ternyata tak seperti itu pada kenyataannya. Untuk kesekian kalinya saya lebih memilih kereta ekonomi sebagai sarana transportasi. Sesama penumpang kereta selalu saling menghargai dan toleransi, terutama antara kaum laki-laki dengan kaum perempuan sangat terlihat. Kami tak pernah protes kalau tiba-tiba kursi tempat duduk kami sudah berpindah pemilik, itu hanya bertukar tempat (selalu seperti itu pemikiran kami). Pernah suatu kali tak mendapat tempat duduk, maka dengan berbaik hati si empunya tempat duduk mengajak saya bergantian menempati tempat duduknya. Sering kali ketika meletakkan barang di atas, saya selalu di bantu menurunkan barang bawaan tersebut. Kami selalu saling menyapa, mengobrol sekilas, tanpa seperti di bus kelas bisnis yang tampak sekali individualisme-nya. Benar-benar kelas sosial...

Ini pas nyampe manggarai jam 4 pagi, trus nunggu kereta sambil sholat subuh di mushola. pas keluar, eh...sandalku hilang. kontan aku langsung nanya ke petugas penitipan barang "pak, sendalku ilang...". "sendalnya apa? jepit hukan?", ih sumpah, seolah hina banget pake sendal jepit. orang cuma naik kereta ini, ngapain pake high heel. ternyata, sendal ntu di ghosob (istilah bhs arab, pinjem g bilang) ma petugas stasiun. "wah, bapak ni... harusnya bilang dulu dong!", parah ni.

You Might Also Like

1 comments

  1. kekekekekekek...dasar arinal..=D...geli perut ane,,apalagi yang dirimu bilang "jelek amat" ke pelayan kikikikik..

    ReplyDelete

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA