Panen Raya...

Saturday, March 03, 2012


Panen...Panen...dan...Panen...
Sepertinya minggu ini kita panen raya...

Ya..minggu ini banyak sekali dari mahasiswa AGH 45 yang penelitiannya tanaman pangan semusim melakukan panen. Sebut saja Agus Rahman yang paling duluan panen dari komoditas padi dan Ina Ana panen Kacang Tanah, disusul Tri Herdiyanti. Minggu selanjutnya Lisna panen Iles-iles, Mela panen padi, Roby panen kedelai dan disusul Try Ayu. Minggu selanjutnya (Insya Alloh) saya akan menyusul sobat-sobat seperjuangan ahli padi.

Hmmm.... Capeknya panen....
Nikmatnya memetik hasil...
Dan betapa telitinya menghitung dan mengukur parameter..

Kebetulan saya satu PS dengan Try Ayu, maka saya lebih banyak terlibat dalam penelitiannya. Ribet, panik, tegang dan senang... Keadaan yang sulit dilukiskan untuk mewakili perasaan kami (saya dan ayu).

Penelitian Ayu adalah kedelai organik, dengan perlakuan kombinasi pupuk dan Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA). Parameter yang harus dia amati cukup banyak, dari pengamatn budidaya kedelai secara umum ditambah dengan pengamatan mikoriza pada tanah (sebelum dan sesudah panen) dan pada akar (setelah panen). Untuk parameter tersebut saya tidak bisa banyak terlibat, karena harus dia lakukan sendiri di dalam Lab. Untuk pengamatan yang lain, pengamatan rutin vegetatif saya cukup sering terlibat.
 
Hari ini adalah saatnya panen, setelah sekitar 2 minggu daunnya selalu mempertahankan warna hijaunya. Mungkin karena pengaruh mikoriza dalam menyerap unsur hara N, mungkin juga karena cuaca yang hampir selalu hujan.

Parameter yang harus dimatai saat panen antara lain: tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah buku produktif, jumlah polong isi dan hampa, bobot polong isi dan hampa, produksi per petak yang dikonversi ke hektar, bobot brangkasan, dll. Hanya saja yang mendesak harus segera diukur adalah 5 parameter pertama.

Terbayang, ada 24 petak dengan 10 tanaman contoh per petak, berarti ada 240 tanaman contoh yang harus diamati hari ini juga. Hmmm, melihat cuaca yang tak memungkinkan kami melakukan semua pengamatan di lahan, maka kami membawanya pulang. Berbekal motor minjem punya Zuhrotul Mutiah, kami angkat-angkat per ulangan ke kosan Ayu. Wow..., heboh. Untung saja kami membawanya saat sholat jum'at, jalanan agak sepi. Itupun kami melukai tangan seseorang yang tersenggol ajir sewaktu kami naik motor (kebayang sakitnya kena ajir dengan ujung runcing kan....??).

Aku selalu belajar dari kenyataan lapang yang dihadapi Ayu, dan Ayu juga selalu mengingatkan aku tentang hal itu. Yah,, semoga sampai selamanya kita bisa terus saling bantu membantu. Amin...

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA