Karang saja tetap kokoh menahan ombak

Tuesday, February 07, 2012


Mengetahui siapa dirimu saja membuat penyesalan teramat sangat bagiku telah kenal denganmu. Aku bukan orang yang tak berlogika, meski menyangkut perasaan, tapi aku tak mau mengutamakan perasaan dan mengabaikan logika. Itu alasan kenapa aku harus menjauhinya...

Aku tahu tak baik menyimpan dendam dan bagaimana  bersikap profesional. Itu kenapa aku berusaha bersikap baik walaupun hatiku amat sulit menerimanya. Tentu saja kau (read: pembaca) tahu bagaimana sulitnya melakukan itu, berpura-pura baik padahal hati harus menjauh?

Baru sikap dingin saja sudah ketakutan dan buru-buru minta maaf, tapi semudah itukah memberi maaf? Sesulit apapun memberi maaf, alangkah jahatnya orang yang tak mau memberi maaf. Tapi lebih kejam lagi orang yang dimaafkan tapi tak tahu diri dan berbalik menyerang...

Putar-balikkan saja semua fakta yang akan menguntungkanmu mendekati orang lain tanpa memperdulikan lagi mana baik mana buruk!! Terus saja menjelek-jelekkan (memfitnah) untuk mendapat simpati yang lain!!

Bermuka baik seolah tak ada apa-apa, tapi di sisi lain menjelek-jelekkan. Apa yang bisa kau simpulkan dari orang seperti itu?? Bahkan menjadi teman pun tak layak bukan? Karena seseorang dilihat dari bagaimana kawannya.

Itu akan membuatku menangis?? TIDAK. Karang saja bisa tetap kokoh walaupun setiap hari dihempas ombak.

Kalau 'the great barrier reef' roboh, bagaimana mungkin Australia tetap menjadi daratan seperti sekarang??

Kalau begitu saja kamu roboh, bagaimana kau akan bisa bertahan menghadapi badai yang lebih besar?

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA