KTO Sari Alam

Thursday, December 22, 2011


KTO Sari Alam
          Suatu kebahagiaan bagi kami dapat mengunjungi KTO Sari Alam. Bukan saja tempatnya yang asri, melainkan perjuangan kami mencapai tempat konservasi tanaman obat tersebut cukup menguras tenaga. Bagaimana ceritanya? Dan apa itu KTO Sari Alam? Anda akan terus penasaran hingga membaca tulisan ini sampai habis ^^.

Penipuan massal ^^
          Ini adalah ulah cak Bayu (sang pemimpin rombongan) yang menyatakan kalau setelah sholat di POM Bensin ini kita akan berjalan kurang lebih 3 km menuju lokasi berikutnya. “Teman-teman, harap dipersiapkan. Setelah sholat kita akan berjalan ke lokasi selanjutnya kurang lebih 3 km, setiap orang akan dibekali dua aqua gelas dan satu gelas susu dari Pangalengan. Yang membawa payung atau jas hujan silakan dibawa, siapa tahu ditengah jalan nanti hujan”.
          3 km, setara ke Cikabayan-lah, pikirku. KKP aja bisa, masak Cuma 3 km g bisa sih!! Oke kawan, mari kita hadapi tantangan ^^
Ini salah satu jalan yang menanjak
          Pertama-tama yang kami lalui adalah perkampungan penduduk dan jalannya masih biasa-biasa saja. Kami berjalan santai sambil ngobrol sepanjang jalan. Kebetulan saya berada di paling depan rombongan bersama Yuyuk, Micha (AGH 46) dan Rofi (MSL 46). Ketika mulai tampak di depan kami jalan dengan kemiringan 45˚, saya mulai berteriak. “Wew...”.
          Setelah tanjakan pertama kami lewati, jalan mulai tampak normal kembali. Nyatanya jalan yang lurus itu hanya fatamorgana belaka, karena beberapa meter di depan, jalan justru menanjak lebih parah. Heum,..kami berjalan sambil mengobrol sehingga tidak terasa. Sampai pada tanjakan kesekian kalinya saya merasa sangat lelah dan seperti tidak sanggup lagi. Tapi dalam hati, bagaimana bisa seorang yang mencintai climbing bisa menyerah pada ketinggian sekian meter? Ah, biasanya kan kau tak pernah puas sebelum mencapai puncak. Walaupun saya mulai tertinggal dari rombongan empat sekawan, tapi pelan-pelan tetap berjalan.
          Sepanjang jalan, akan selalu saya ingat kalau yang dikatakan cak Bayu adalah penipuan massal. Perjalanan panjang hampir 5 km ini dibilang 3 km, jalannya naik semua pula. Awas kau cak...

Jalan ini habis, belok kiri, lalu belok kanan, sudah sampai.
          Di tanjakan ke sekian (aku tidak hafal lagi), ada mobil berhenti tepat di depanku dan seorang laki-laki seumuran ayah keluar dari mobil mengajakku berbicara “dari IPB bukan?”, sapa beliau kepada-ku. “Iya bapak”. “Oh, sudah dekat kok. Jalan sedikit lagi, nanti jalan ini habis, belok kiri, lalu belok kanan. Sudah sampai”, kata beliau. “iya bapak, terimakasih”, jawabku mulai bersemangat lagi melanjutkan perjalanan.
          Jalan ini habis, belok kiri, lalu belok kanan. Tapi kapan jalan ini akan berakhir, ini sudah melewati tiga tanjakan lho... mungkin keluhanku ini didengar Rofi, dia tertawa. Wew,, ayo jangan kalah ama anak MSL yang hobinya naik gunung!! Kamu pasti bisa, kataku menyemangati diri. Saya selalu mendengung-dengungkan kata-kata bapak tadi “jalan ini habis, belok kiri, trus belok kanan”, sampai akhirnya kami menemukan ujung jalan itu. Heum...”ini belok kiri, ya...itu ada pintu belok ke kanan. Sepertinya di situ”, kata Rofi. Yuyuk dan Micha pun mengiyakan, maka kami melangkah ke arah jalan tersebut.

KTO Sari Alam
Tim pertama sampai ke tempat tujua
          Sampailah kami di depan pintu masuk KTO Sari Alam. “Hore..kita adalah tim pertama yang sampai di tempat”, maka kami pun berfoto-foto ^^. Selanjutnya ada Tama di belakang kita “Selamat, anda adalah tim kedua yang tiba di tempat tujuan”, kataku gembira padahal mukaku masih pucat kelelahan. Hehe, begitulah saya kalau soal daki-mendaki bukit. Banyak mengeluh, tapi selalu sampai ke target.
          Iya, KTO Sari Alam merupakan Konservasi Tanaman Obat. Terletak di ujung bukit di daerah Ciwidey Bandung. Jumlah koleksi tanaman obat disini beratus-ratus dan dibiarkan hidup liar seperti habitatnya. Di pintu masuk, kami sudah mengidentifikasi Arachis pintoi dan ginseng. Semakin ke dalam, kami semakin menemukan beraneka rupa tanaman obat.
Saung Pertemuan
          Kami dipersilakan duduk di saung pertemuan. Teman-teman langsung meluruskan kaki, bahkan saya sudah tidak tahan lagi dengan kaki saya yang terus-menerus kram. Maka jadilah saung yang luas itupun terasa sangat sempit bagi kami ^^.
          Sedikit penjelasan dan penyambutan kedatangan kami, dan setelah makanan siap, kami langsung makan siang disini.

Nasi liwet khas KTO Sari Alam
          Pak Ade Wahjar sangat suka dengan nasi liwet disini, makanya kenapa fieldtrip kembali dilakukan kemari J. Tapi memang benar kalau rasanya enak, lalapannya berbagai daun tanaman obat seperti daun adas, poh-pohan dan antanan (alias pegagan).
          Saya memang bukan orang sunda (jawa tulen), tapi saya sangat suka segala hal yang berbau lalapan (kecuali mentimun, karena saya harus menghindari famili curcubitaceae). Ketika saya mengambil lalapan agak banyak, kemudian ditambahi lalapan Fajar yang tak begitu suka sayur, teman-teman terkejut. “Ww, kambing ya...”. ah kurang ajar. Saya juga tak tahu kenapa begitu menyukai lalapan...
          Nasi liwet yang enak, dengan lauk yang enak pula. Lalapannya semua tanaman obat dan tak lupa saya mencicipi teh yang rasanya unik. Ada pula jamu temulawak, rasanya memang getir, tapi saya juga tak tahu kenapa saya sangat menyukai jamu juga. Hampir dua gelas temulawak saya habiskan, padahal teman-teman jangankan satu gelas habis.

STEVIA
Stevia
          Setelah makan siang, kami diajak mengelilingi hutan konservasi untuk menyaksikan langsung tanaman obat yang ada disini. Banyak sekali... mulai dari temulawak, temu hitam, kunyit putih, dll. Bahkan saya tak segan mencoba jenis-jenis temu yang ada disitu (sepertinya saya memang keranjingan jamu).
          Saya ingat beberapa tanaman obat yang saya pelajari ketika go field, yaitu lempuyang emprit, lempuyang gajah, jahe merah, kapulaga, dll. Selanjutnya kami diberi tahu tanaman yang kemanisannya 300 kali, apa itu? Itulah Stevia. Sempat saya memakan daunnya dan memang rasanya sangat manis.
          Mengapa stevia begitu unik bagi kami? Karena stevia adalah nama rangkaian fieldtrip besar kami ke Jawa Timur. Hehehe...

Selanjutnya kami terus berjalan, ke arah kumis kucing, handelep, ki tujuh, dll. Wew, bukan anak tabotik tapi hafal banyak sekali tanaman obat. Hahaha...belajar dari pengalaman saja. Kami pun saling bercanda di sela-sela penjelasan, karena ada si syihab, biang gosip fieldtrip ini.


Berpose bersama di setiap turunan
Di tengah-tengah KTO ^^




(ٲﺮﻴن / 11 Desember 2011)

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA