GALAU Akhir Tahun: Untuk REVOLUSI Awal Tahun

Friday, December 30, 2011


Akhir tahun merupakan saat terakhir untuk melakukan perencanaan matang tentang revolusi awal tahun. Apa yang kurang pada tahun ini menjadi bahan evaluasi dan mulai menentukan perencanaan-perencanaan matang untuk lebih baik lagi pada tahun berikutnya.

Tahun lalu, Desember 2010, masih diliputi oleh semangat berorganisasi, maka kebingungan itu terletak pada menentukan langkah selanjutnya. Terus bertahan atau maju ke ranah yang lebih tinggi. Upaya penguatan diri dalam penentuan keputusan pun dilakukan, namun ketika sudah memantapkan langkah terus maju, godaan untuk tetap bertahan semakin kuat. Antara ambisi dan bisikan nurani pun mulai menggoyahkan hati. Semakin kuat keinginan untuk melaju, perasaan bersalah semakin dalam. Hingga pada akhirnya, entah karena apa, keputusan pun berakhir untuk tetap bertahan.

Ya, setahun yang lalu. Bahkan pesan-pesan penguatan diri (dari mereka yang percaya pada kemampuanku dan berusaha memotivasiku) itu pun masih tersimpan dalam inbox, sengaja disimpan hingga akhir kepengurusan, sebagai pengingat bahwa dulu kegalauan itu berakhir pada sebuah komitmen untuk tetap bertahan, sebagai pengingat diri jika di tengah kepengurusan mulai merasa lengah. Rasa-rasanya sayang menghapus pesan tersebut dari inbox, biarkan saja, menjadi motivasi untuk melangkah selanjutnya, menjadi kenangan sebuah pengabdian yang sangat berharga untuk Faperta.

Kini, Desember 2011, tentu saja semangat itu tak boleh luntur (apapun bentuk pengabdiannya). Kesibukan kuliah mulai menurun dengan tingkat keseriusan menjalani Tugas Akhir (Penelitian, Skripsi). Mungkin banyak waktu luang, tapi pelaksanaan tugas akhir menyita perhatian lebih dari apapun. Dan ambisi itu tak lagi berkobar seperti setahun yang lalu. Bukan, bukan karena bosan, bukan pula karena semangat yang telah punah.

Dua tahun (sebagai komunikan) bukanlah waktu yang singkat untuk menjaga agar bakat itu tak luntur, dan kini saatnya memberi kesempatan lebih untuk lebih berkembang.

Mungkin ranahnya beda, tapi ini juga bentuk pengabdian.  Kalau dua tahun lalu sebagai pengelola media sekaligus sebagai pengisi, maka kali ini lebih fokus sebagai pengisi media. Sebab apa guna media tanpa ada informasi yang disampaikan. Tidak jauh melenceng, dan masih dalam keahlian yang sama. Semangat yang terus menjiwai, bahwa orang-orang dengan minat keahlian sama pada akhirnya akan berkumpul dalam satu wadah :) (remind when randomly choosen at the same place, time and event, I met the same peoples there have the same job. Then, we'll do the job as a team. Will never forget them at all)

Ingatkah bahwa sebuah tulisan bisa menjadi cikal bakal revolusioner? Tahukah bila sebuah tulisan mampu menyadarkan seseorang dari kesalahannya? Sadarkah bila melalui tulisan akan membuat orang berpikir ketika membacanya? Jika demikian, mampukah sebuah tulisan mengubah pola pikir seseorang?Maka perjuangan melalui tulisan pun harus dilakukan.

Semangat itu tak boleh luntur, kapan pun dan dimanapun. Pesan yang selalu didengung-dengungkan para aktivis, dan memang seperti itulah. Jadilah aktivis seumur hidup! Walaupun kita bergerak dari ranah yang berbeda, tapi kita akan saling melengkapi. Sebab, jika semua bergerak dari satu ranah saja, ruang gerak kita hanya sempit.

Maka sampaikan apa yang bisa kulakukan untuk sebuah perubahan?
MENULIS.
Maka bantulah untuk menulis dengan gerakan-gerakan inspiratif.


Remainding moments at Information and Communication Department
BEM Faperta Cabinet "Generasi Pembaharu" and Cabinet "Bersinar"

Happy New Year 2012, with New Revolutions for Life

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA