Dari yang Biasa menjadi Luar Biasa Berkesan

Tuesday, December 27, 2011


Setiap permulaan dimulai dengan langkah awal dan akan segera ditutup dengan langkah akhir. Tidaklah mudah memulai langkah awal dalam satu tim jika sebelumnya tak saling mengenal kapasitas masing-masing anggotanya. Segala sesuatunya bermula dari rasa saling percaya antar anggota tim, dan menjaga amanah yang dibebankan kepada masing-masing individu.

Prinsipnya memang seperti itu, namun yang namanya konflik bisa muncul kapan saja dan problem solving yang diambil kembali lagi pada kelompok tersebut. Selama dalam kelompok sudah tertanam rasa saling memiliki, pemecahan masalah tidaklah sulit. Evaluasi (baik kegiatan maupun sharing-sharing) setiap malam hari cukup membantu dan dapat menjadi sarana bagi setiap anggota kelompok untuk saling memahami.

Setelah 60 hari tinggal dan melaksanakan program bersama, semakin terasa keakraban kami dan masing-masing sudah benar-benas bisa saling memahami. Namun di saat itulah berakhir sudah tugas kami home stay di desa, mengabdikan ilmu yang telah kami peroleh dan hidup berbaur dengan masyarakat sekitar.

Kesan-kesan selama 60 hari tersebut melekat pada masing-masing individu sehingga setiap orang punya tugas khas dan julukan masing-masing.

  1. Yan Yanuar Syahroni
Yan di Kawah Papandayan
Julukan pertama yang langsung melekat ke dia adalah "Bos Genk", karena dia adalah ketua kelompok kami. Orangnya memang cukup pendiem, dan paling pendiem diantara kami. Tipe orangnya terencana, rapi dan rajin. Ternyata orangnya suka main game, dan akhirnya tergabung dalam komunitas pecinta game (di kelompok kita :D).



  1. Nurul Bunga Fitria M
Bunga
Bendahara program di kelompok tani, jadi kalau mau menjalankan program dan harus mengeluarkan uang, harus menghubungi dia.








  1. Arinal Haq Izzawati N
Izza, dkawah Papandayan
Pengatur keuangan rumah tangga (^^), manajemen pengeluaran sampai akhir. Koki masak sahur sepanjang ramadhan di Pangauban.., coz paling duluan bangun pagi dan g pernah tidur lagi.







  1. Edvan Istichori
Edvan lagi presentasi "kompos"
Dia bapak tukang (hehe..), yang nghandle bangunan vertikultur kami. Orangnya susah di atur, suka semaunya sendiri. Ide-idenya kreatif, dan inovatif. Hobinya naik gunung, pernah kami ditinggal seminggu wt naik gunung Slamet :(
Suka maen kartu n terampil, pernah kali waktu ngerjain kami dengan kartu-nya.
*tapi aku tahu rahasianya, mpe bilang k Yan 'jangan pernah mau main kartu ma mereka lagi'.




    Laeli, di pemandian air panas "Darajat"
  1. Laeli Nurhasanah
Paling demen teriak-teriak. Woi...berisik woi.... Pertemuan intens kami hanya 1 bulan, karena 2 minggu pertama dia sibuk mempersiapkan Pimnas.  Orangnya pinter dan g pernah memendam apapun yang jadi pikirannya, blak-blakan banget klo ngomong (jujur, agak bertolak belakang dengan tipe-ku. Tp akhirnya kami bisa bersatu)




  1. Issantia Retno S
Mbak Santi
Mbak ini sering banget dijenguk dan g tanggung-tanggung selalu dibawain makanan buat kami. Pernah waktu itu dibawain 'Pizza Hut', hohoi... :)
Paling senior diantara kami, dan paling sering jadi juru bicara kami klo berkunjung ke rumah tetangga :)






  1. Novindra Hidayat
Indra, lagi bikin kerangka "kompos"
Ini dia juru bersih-bersih kamar mandi dan tukang bakar sampah ^^. Dia bos-nya ng-game lho..
Hahaha.. Bisa dibilang 'kutilang' alias kurus-tinggi-langsing :D
Kerjanya cekatan, dan hmm yang paling jadi kenangan adalah sewaktu dia ngangkat bambu bareng2 Yan adn Edvan wt kompos and vertikultur







Ini kenangan versi-ku, entah bagaimana dengan mereka?? May be tak jauh berbeda. 
Semoga ukhuwah kita tetap terjaga sampai nanti ya...

O ya, nilai KKP kita A semua kan ya...??? :)


All, di depan kantor desa Pangauban

All, berpose ria :)

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA