Satu ke-GALAU-an terobati

Monday, October 10, 2011


 Benar sekali kata orang kalau “Tingkat Akhir” di bangku kuliah adalah sumber kegalauan tingkat tinggi. Galau tentang pasangan hidup yang sudah mulai dipersiapkan (untuk beberapa orang yang pengin segera menjalankan sunatulloh setelah lulus) dan galau tentang tugas akhir yang tak bisa dihindari lagi karena akan menentukan kelulusan.

Ini dia galau yang membuatku tiga malam tak bisa mimpi indah J. Sebabnya tentu saja tuntutan proposal usulan penelitian yang harus segera selesai dalam waktu satu minggu, padahal baru tahu juga kalau ada perubahan perlakuan. Perubahan perlakuan tentu saja mempengaruhi rancangan percobaan apa yang harus saya pilih agar nanti analisis-nya tepat dan tak ada yang terlewatkan. Kalau rancangan saja belum tahu mau pakai yang mana, bagaimana saya bisa menentukan hipotesis. Dan biasanya saya membuat tujuan percobaan mengacu pada hipotesis yang ada, kalau tujuan juga tak bisa dirumuskan, maka pendahuluan pun kapan selesainya.

Hm..., setelah konsultasi dengan pembimbing memang sedikit pencerahan. Sayang pencerahan itu masih harus dicerna lagi, karena rancangan yang diberitahu ibu baru rancangan dasarnya saja. Saya masih berpikir kalau hanya RKLT saja, dari mana saya tahu pengaruh satu faktor lagi kalau percobaan saya ada dua faktor.

Merasa ada yang tidak beres dengan pola rancangan yang akan saya terapkan, saya bertanya pada salah seorang teman yang cukup “ngerti” tentang rancangan percobaan. Setelah saya tanya dan saya tunjukkan perlakuan serta taraf percobaan saya, model aditif saya belum sempurna kalau memang menerapkan dua taraf. Teman saya mengusulkan Split Plot-RKLT, maka saya menyusun ulang denah maupun model aditifnya.

Kebingungan kembali melanda karena ada yang kurang pas dengan rancangan tersebut. Kalau saya mengambil Split Plot, artinya pengamatan lebih ditekankan pada anak petak dari percobaan, sedangkan kemaren yang ibu minta agar semua faktor itu tampak dan menjadi fokus dari penelitian ini. Lalu respon ulangan terhadap petak utama saja rasanya tidak begitu diperlukan. Thing...thong..., baru lega sehari udah galau lagi dengan rancangan.

Buku harian penelitian sudah penuh dengan coretan-coretan yang makin g jelas, denah-denah penelitian sudah diubah-ubah dan semakin aneh saja L. Berapa hari saya bolak-balik perpustakaan untuk mencari pencerahan tapi g dapet-dapet juga. Karena pusingnya akhirnya sementara waktu saya biarkan urusan rancangan itu mengendap dulu, saya tinggal membaca buku “pengembangan karakter” yang isinya tentang motivasi-motivasi dan bagaimana menanamkan moral yang baik. Cukup meredam stress, dan saya dapet ilmu dan belajar satu MK (hehe...).

Sore tadi Mia mampir ke kamar minta bantuan pengaturan daftar isi otomatis. Saling ngobrol2-lah kami karena kebetulan komoditas kami sama, jadi bisa share juga bahan2 pustaka. Kebetulan saya cerita tentang rancangan ini, kebetulan juga kasus penelitianku sama seperti punya Ray, akhirnya mia bilang kalau pake faktorial. Awalnya sempat saya debat karena jumlah perlakuan masing2 taraf berbeda, dan ulangannya juga 4 kali. Tapi ternyata itu hanya berlaku untuk RBSL.
Hmmmmm......, tau begitu kan dari kemaren (hehe..). Setelah saya lihat paper-ku buat ujian kemaren dan melihat denah serta model aditif linernya, ternyata memang banyak yang cocok. Alhamdulillah deh akhirnya ada juga pengantar berita baik ini padaku....
Makasih Mia....
Makasih Ray....
Makasih Ya Alloh....
Semoga besok ibu juga menyambut baik rancanganku ini, kalau masih kurang tepat setidaknya saya sudah tahu alasan-alasan saya dengan masing-masing rancangan tersebut.

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA