Batas Sahabat antara Laki-laki dan Perempuan Itu Amat Tipis

Monday, October 10, 2011


“Batas sahabat antara laki-laki dan perempuan itu amat tipis”, itu cuplikan perkataan ratu kepada Shin Cae Gyong di film Princess Hours. Walaupun itu dari film, tapi kenyataannya memang seperti itu.

Membuka pertemanan untuk semua jenis seharusnya menjadi hal yang wajar, semakin banyak teman menunjukkan kalau eksistensi kita diakui alias kita orang yang sosialis. Sahabat, ya...sahabat. Aku mengartikan sahabat untuk semuanya, dan untuk sahabatku aku berbagi layaknya sahabat. Itu wajar, dan tak ada yang spesial.

Mungkin ada hal yang belum aku ketahui bahwa ternyata untuk sikap yang sama bisa berarti berbeda untuk orang lain. Dan untuk alasan itulah ada yang mengartikan kalau sikapku ke dia berarti “lain”. Aku tahu dan aku paham kalau rasa suka itu tak bisa disalahkan. Dia punya hak suka, tapi jangan pernah lupa kalau aku juga punya hak untuk “tidak suka” (yang juga tak selalu bisa diartikan benci). “Hak” itulah yang harus sama-sama kita hargai. Aku tak pernah menyalahkannya kenapa bisa suka, tapi juga tolong hargai aku untuk tidak over acting yang membuatku jadi tidak respect lagi.

GALAU alias gelisah (yang lebih diplesetkan anak-anak untuk urusan cinta), wajar juga. Tapi galau tingkat akhir ini menjadi tidak jelas lagi, antara galau pasangan hidup dengan galau tugas akhir. Mau-nya sih cukup galau tugas akhir alias skripsi aja..., tapi kalau dibikin kalau begini ujung-ujungnya ikutan galau juga kan....

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA