Sak jane Mangane yo Sego

Saturday, March 12, 2011

Waktu saya kelas XI SMA, dan itu adalah pelajaran matematika tentang polinom. Saya ingat betul, bu Heny kala itu membacakan soal matematika dan siapa yang cepat boleh maju untuk mengerjakan di depan dan kalau benar akan mendapat nilai bonus. Baru selesai bu Heny membacakan soal, dan saya baru menarik satu nafas, tiba-tiba teman saya yang bernama Tri Yuliardi sudah beranjak dari kursinya untuk maju ke depan dan menuliskan jawabannya di papan tulis. dan itu tak hanya sekali, tapi berkali-kali. Maka tiap pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling mendebarkan buatku, karena begitu Tri Yuliardi sudah maju, konsentrasiku hilang karena grogi sehingga soal-soal bukannya kukerjakan dengan baik malah jadi tambah tidak teliti.

Suatu hari diadakanlah kuis seperti biasa, malamnya saya sudah belajar dan berlatih agar hari ini bisa maju ke depan lebih cepat dari Tri. Selesai bu Heny membacakan soal, baru juga saya menyeka keringat, Tri sudah berdiri. Waduh!! Pikirku kacau, susah juga mengalahkan kecepatan anak itu!. Tiba-tiba Ari (Muhammad Arismanto) berceletuk 
"Sak jane mangane yo Sego"
(Sebenarnya makannya juga nasi)

Sekelas langsung tertawa. Saya juga tak habis pikir si Aris berceletuk seperti itu. Iya juga ya,..makannya sama. Sama-sama pakai nasi sebagai makanan utamanya. Tapi apanya yang membedakan kami? Hm... Tapi saya yakin kok, kalau kita berusaha sungguh-sungguh pasti bisa seperti Tri.


Tahun berikutnya pelajaran bahasa Inggris. Di kelas XII kami sering mendapat tugas berpidato, membuat puisi dan membacakannya di kelas. wajar kalau baha Indonesia, semua orang juga bisa. Tapi ini pakai bahasa Inggris, mau tak mau ada pengorbanan lebih untuk menghafalkan dan membuat teks berbahasa Inggris. Saya terbiasa membuatnya dengan konsep yang sudah ada dalam bahasa Indonesia baru kemudian membuat naskah berbahasa Inggris, jadi ketika berbicara di depan kelas kalau lupa sepanjang saya masih ingat konsepan saya, saya masih bisa berbicara bahasa Inggris. tak ketinggalan, tentunya berlatih ngomong bahasa Inggris juga untuk memperlancar conversation.

Tibalah saatnya kami harus berpidato didepan kelas. Biasanya saya mau jadi yang pertama karena takut grogi setelah melihat penampilan pidato teman-teman saya jauh lebih baik daripada saya. Maka majulah saya ke depan dan mulai berpidato bahasa Inggris. baru ngomong "First, I offer my expression of gratitude to Alloh...", di belakang kelas sudah terdengar bisik-bisik.
"Sak jane mangane podo, yo sego. Tapi kok ngomong bahasa Inggris cas-cis-cus ngono"
saya tak tau pasti siapa yang nyeletuk seperti ini. Sial banget, sekarang gantian saya yang kena kata-kata itu. Memang saya berbicara sangat cepat karena memang tempo pidato saya cepat dan kalau dipelankan justru saya bingung mau bicara apa. 

Hm...sebenernya kata-kata itu sindiran atau pujian yah?? G ngerti. tapi saya jadi mengerti, memang makan kita sama-sama pakai nasi, tapi cara kita memandang sesuatu yang berbeda. Kalau kita cuma menyerah dan menerima apa adanya keberhasilan seseorang tanpa tahu bagaimana dia berusaha keras untuk keberhasilan itu, apa gunanya.

Justru dengan kita tahu kalau in put kita sama, seharusnya kita mencari tahu kenapa dengan in put yang sama tersebut orang lain bisa lebih berhasil daripada kita. Pasti ada usaha berlebih untuk mencapai keberhasilan itu. So, kalau dia bisa kenapa saya enggak? Man jadda wa jadda bukan?

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA