Kuis "gebrak" dan kuis "ketok" GULMA

Friday, December 10, 2010

Dinamakan kuis ketok, karena pembatas waktunya menggunakan ketokan. Lantas kenapa ada juga kuis "gebrak"? Yah..itu sich ulah asisten praktikumnya yang membuat ketokannya jadi gebrakan. Beruntung sekali kuis gebrak hanya berlaku untuk praktikan hari senin (6 Des 2010) saja, karena pada hari jum'at-nya (10 Des 2010) asistennya yang suka berulah itu sedang sakit. "Alhamdulillah....", begitu teriak salah satu praktikan ketika mendengar kabar asisten yang "fenomenal" itu sakit. (Wah,, parah bener. Jadi bersyukur di atas penderitaan orang lain. ha..ha...)

Yang menyebut itu bukan praktikannya lho... Justru dosennya sendiri yang mengatakannya sewaktu awal penjelasan ujian. Alasannya sih karena hari Senin praktikannya terlalu banyak, kalau hari Jum'at g terlalu banyak. Hmm.., menurutku itu hanya faktor kecil. Faktor besarnya ya karena yang mengetok asisten yang berbeda/

Tetap saja yang namanya kuis ketok,, selalu berdebar dan tegang. Apalagi waktu untuk setiap spesimen hanya 15 detik. Belum sempat meraba dan mencium aroma dari spesimen itu untuk memastikan apa nama ilmiahnya, ketokan berikutnya sudah berbunyi. Bahkan saking tegangnya,, saya sampai lupa nama ilmiah putri malu (yang jelas-jelas saya tahu kalau itu
Mimosa invisa).

Berturut-turut alhamdulillah saya masih tahu nama ilmiah spesimen gulma tersebut, hanya saja saya tak pernah bisa menyelesaikan nama genus dan spesies tepat waktu. Selalu ingat genusnya, tapi lupa spesiesnya. Bahkan untuk beberapa gulma, saya hanya ingat nama spesiesnya saja dan harus berusaha keras mengingat-ingat nama genusnya.
Melastoma affine saja, saya hanya ingat affine saja. Beberapa lama setelah saya berpindah tempat, saya baru ingat kalau depannya adalah Melastoma. Alhamdulillah tak terbalik, memasangkan satu genus dengan spesies yang berbeda genusnya.

Ternyata tak hanya saya saja yang begitu. Samping kanan saya Roby dan samping kiri saya Syhab, kami berjalan ke arah nomor yang lebih besar (ke arah Roby). Dia tak jauh lebih paniknya daripada saya, bahkan ketika waktunya habis dan dia harus bergeser, dan saya sudah berdiri ditempatnya, dia tak kunjung berpindah tempat dan terus menunjuk-nunjuk spesimen gulma itu, yang saya sendiri juga butuh waktu beberapa detik untuk mengingat-ingat nama ilmiahnya. Erechtites...(baru saya ingat setelah keluar ruangan, namanya
Erehctites valerianifolia).

Karena menulis dua suku kata saja sulit, melebihi waktu yang diberikan, saya jadi sering lebih lama stay di tempat saya walaupun ketokan telah dibunyikan beberapa detik yang lalu, sampai-sampai Syihab juga harus menunggu saya berpindah. Duh,, maaf-maaf. Jadi saya juga mengganggu orang lain.

Ada satu tanaman yang jelas-jelas bukan gulma tapi saya tak tahu namanya. Karena saya cium daunnya, aromanya mirip jambu (tapi bukan jambu biji), maka saya jawab
Psidium guajava. Dan setelah keluar, Topan bilang itu Theobroma cacao, sedang Jupe bilang itu Mangifera indica alias mangga.

Bh..,, kenapa jadi berbeda-beda seperti itu?? Patut dipertanyakan ke-AGH-annya nih!! He..he..
Habisnya dikasihnya daun yang masih muda dan warnanya merah jambu, mana saya tahu itu daun Cacao. Ha..ha..

Total dari soal yang harus saya kerjakan, ada 3 jawaban yang saya kosongi karena saya benar-benar tak tahu. Daripada
ngawur g jelas, cukuplah selagi saya masih bisa membedakan gulma itu rumput, teki atau daun lebar.

Tinggal berdo'a saja, semoga tidak ikut pengulangan. Coz pengulangannya menggunakan herbarium, bukan tanaman dalam bentuk segarnya (menurutku ini jauh lebih sulit,, walaupun menurut yang lain ini lebih mudah).

Dan ini ada bahan-bahan yang mungkin akan sedikit membantu teman-teman, silakan klik saja link macam-macam gulma (I) dan
macam-macam gulma (II). Semoga bermanfaat dan selamat belajar.

Oke kawan...
Bersemangatlah selalu,, ini adalah bagian yang harus dipelajari oleh seorang Agronomis.


You Might Also Like

6 comments

  1. nice story, jadi tau kegiatan mahasiswa IPB ngapain aja,

    ngedelengin, eh, ngliatin, eh, mengamati (gitu kek, biar kliatan in telek dikit, :D) rumput ternyata, hahaha :D

    ReplyDelete
  2. Hmm...yang bener itu rumput termasuk gulma (bukan gulma itu rumput)
    Gulma dibagi menjadi 3, yaitu rumput, teki dan daun lebar.
    jadi g ada istilah rumput teki. Rumput ya rumput,, teki ya teki...

    ReplyDelete
  3. Yh,tu sh tgantng yg mmemishkn, eh,mnglasifikasikn aj..

    Tokh,Org kbanykn ttp mmndng teki sebagai rumput. :-P
    Bukti:
    Nama
    Rumput teki. (Ind)
    Suket teki. (Jw)

    Jd jlas,teki adlh rmpt. Mnrt bhasa n pengklifksian negri tcinta. :-P
    Klo anda blg g ad istlah rumput teki. Mnrtq itu mlah mnafikan knyataan d masyrkt, yg menamkn tmbhn tsbt Rumput Teki. :-)

    Saran: pmbgianmu tu hrsny pke nma ltinny aj skalian,biar g rancu,n org umum kyk aq g bngng. :-P

    Hahaha

    ReplyDelete
  4. @izza: ahaahahaha
    mengingatkan gw pada kejadian itu, gw ja dah lupa ternyata lu disamping gw. hhe
    kyknya yg coklat muda itu jawaban topan bener yaitu daun theobroma cacao.

    @earlblog: sebagai s'orang scints qt perl dasr ilmiah dlm klsfikasi. tanpa dasar sesuatu akn mudah goyah. Disini qt beljr sbgi seorg yg paham shgg perlu memperbaiki pengethuan masyrkt yg belum benar. saya mau tanya skrg, kalo pembagian brdsrkn nama latin gimana? (tlg perhatikan taksonomi, k'efktif dan efisienan, serta pengetahuan yg awam)

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. karena nulisnya habis ujian langsung, jadi masih inget detailnya.. klo sekarang pun, udah lupa. Hahaha, topan udah lama bergelut di dunia cacao sih... jebakan asisten pun g mempan

    ReplyDelete

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA