Bebek Mundhut Roti, Adhike Diparingi

Monday, December 06, 2010

Bebek adus kali
Nututi sabun wangi
Bapak mundhut roti
Adhike diparingi

(Bebek mandi di sungai
mengikuti sabun yang wangi
Bapal membeli roti
adiknya diberi)

Lagu ini mengingatkan saya akan kejadian bertahun-tahun lalu tatkala saya masih duduk di taman kanak-kanak. Waktu itu sedang liburan, ibu dan adik saya berlibur ke rumah Pak Dhe di Bogor sedangkan saya dan ayah saya tetap di rumah.

Singkat cerita, saat itu saya mendapat undangan ulang tahun kawan saya yang bernama "Riko" tapi hanya saya dan keluarga saya yang memanggilnya "Niko". Karena adik saya di Bogor, saya tentu saja tak ada kawan bermain, maka saya tak mau ketika disuruh datang ke acara pesta ulang tahun itu.

Waktu itu saya pulang dari mengaji dan saya sedang bermain membuat busa dari getah pohon jarak, tiba-tiba Lufi, kawan saya, diantar pembantunya datang ke rumah dan mengajak saya ikut. Dia tak mau datang kalau saya tak datang. Setelah dipaksa-paksa ayah saya, akhirnya saya mau juga.

Akhirnya kami berdua datang ke pesta ulang tahun Niko. Setelah pembukaan, acara tiup lilin dan mengumpulkan kado, maka tibalah saat hiburan. Siapa yang berani maju menyanyi akan diberi hadiah (entah saya lupa dapat hadiah apa itu). Saya tak mau maju, tapi setelah Lufi merengek-rengek meminta maju, saya pun maju berdua dengan dia. Curangnya,...dia tak menyanyi, hanya aku sendiri yang menyanyi, dia malah cuma makan es krim (hikz..hikz..).

Dan dengan muka polos dengan percaya diri saya jawab pertanyaan MC "S
aya mau menyanyi Bebek Adus Kali". Dan keluarlah suara merdu dari mulut saya menyanyikan lirik Bebek Adus Kali.

"Bebek adus kali, nututi sabun wangi, bebek mundhut roti (semua orang langsung tertawa, dengan tanpa muka bersalah saya tetap melanjutkan liriknya) adhike diparingi"

Kemudian saya mendapatkan hadiah dan saya mundur lagi ke tempat semula dengan gelak tawa yang belum berhenti. Saya bingung, kenapa saya ditertawakan? Apa suara saya jelek atau kenapa??

Sepulang dari Bogor, banyak ibu-ibu tetangga yang bercerita penampilan saya waktu itu. Dan setelah mendengar cerita mereka, ibu saya tertawa. "
Wah, ibu saya bangga pasti dengan saya" pikir saya waktu itu.

Dan jawaban kenapa baru saya tahu ketika saya sudah duduk di kelas 1 SD ketika ibu saya menceritakan ulang. Gara-garanya, ibu-ibu tetangga itu selalu tertawa ketika melihat saya karena teringat peristiwa itu.
Aduh!! Muka saya jadi membuat orang tertawa. Ketika saya tahu sebenarnya itulah saya jadi ingin tertawa ketika mengingat peristiwa itu. Betapa innocent-nya saya waktu itu. Pertanyaannya kan jadi "Bagaimana bebek beli roti?",, logika saya baru menangkapnya dan mengingat masa itu, duh betapa bodohnya saya waktu itu!

Hmm..
Meski begitu, kalau pada waktu itu saya tak maju menyanyikan lagu Bebek adus kali, suasana Ulang tahun itu akan sepi tak ada yang jadi kenangan. Biarlah saya memberikan kesan untuk acara yang terkenang bagi orang lain.
:-)

Dan hal tersebut tak akan pernah saya lupakan seumur hidup.
Saya yang masih kecil saja berani dan Percaya Diri, tak takut salah.
Apalagi sekarang sudah dewasa?? Harusnya saya lebih berani dan Percaya diri.

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA