“Seminar Pertanian Nasional” Sensasi tiada Bertepi

Monday, November 15, 2010





Persiapan dan Bereafing Panitia sich katanya jam 06.00, dan aku baru bias benar-benar membuka mataku jam 05.30. Itupun badanku kedinginan total, agak takut untuk mandi tetapi kupaksakan saja. Ya untung saja semua sudah siap, jadi aku tak terlalu kelabakan pagi itu. Sertifikat untuk dewanjuri dan MC sudah ku bereskan sejak semalam. Tinggal beberapa saja menunggu pigura yang semalem aku titipkan Dayah untuk dibelikan.

Kami breefing terlebih dahulu sebelum sarapan. Jobdesk yang sudah kubagi semalem bersama kawan-kawan PDD tinggal dilaporkan saja, dan aku pasti butuh bantuan untuk pembagian hadiah nanti. Maka sesegera mungkin aku mencari bantuan dari divisi-divisi yang kira-kira hari ini tidak begitu banyak jobdesknya.

Aku kembali tutun ke secret untuk menyelesaikan hal-hal yang belum sempat dprint. Marka jalan, tulisan untuk meja registrasi, tulisan untuk pembagian tempat duduk, dan tulisan angka untuk time keeper. Setelah itu aku melanjutkan tugasku ngprint sertifikat peserta SPN yang luarbiasa banyaknya. Wah,, tinta kuningnya habis… Sekadar mencoba aku memasukkan tinta kuning dari suntikan tinta ke dalam cartride, dan ternyata aku bias juga ya.. (he..) Dan setelah beberapa kali ngprint, gantian kertasnya yang habis. Wah, uangku saja belum kembali, nalangin pake dui apalagi nih aku. Besok sajalah, kalau sudah semuanya terkumpul.

Aku ke atas, dan acara sudah dibuka oleh MC. Pff,, Keynote speakernya sudah akan maju, tapi piala n plakad untuk keynote speaker tak kunjung pula dating. Tegang bukan main aku. Untung saja aku yang jualan pulsa, tak ada pulsa ya tinggal isi sendiri dan langsung telepon Yudi. Katanya diambil Eva, gantian telepon eEva. Tenang…tenang…jangan panic!! Stabilkan emosimu.

Alhamdulillah, aku yang dari tadi mondar-mandir di depan Thoyyib, dan Eva lari-lari dari Grafika Nakira, pasti capek bukan main. Setidaknya ketegangannku sedikit berkurang, aku langsung lari ke belakang panggung dan menata semua-semua yang akan dibawa ke depan. Ini untuk pertama kalinya, dan aku deg-degan. Bawa nampan, ah enggak, yang bertugas bawa nampan bukan aku. Aku yang bertugas ngambilin sbelum diserahkan Pak Aris ke Keynote speakernya. Lancar-lancar saja sih, tapi aku merasa ada yang mengganjal coz Pak Aris malah ngambil snediri.

Bener-bener kepanitiaan ini didominasi oleh perempuan, bahkan para kadivnya sebagian besar adalah cewek. Aku sendiri baru menyadari, dan kenyataannya aku memang bias melaksanakannya sampai akhir walaupun satu hal yang tak bias aku lakukan adalah bener-bener bias radiv diluar RG karena tiap kali aku adakan radiv, yang dating tak pernah lebih dari 3 orang. Padahal disela-sela waktu itu aku banyak sekali tugas dikepanitiaan lain yang juga menuntutku serius. Tapi inilah hasilnya, dibilang g sempurna boleh saja coz memang tak pernah ada yang sempurna.

Penyerahan hadiah sungguh memalukan, sekaligus hal yang paling berkesan. Bagaimana tidak, g ada kejelasan tentang tatacaranya. Bener sich, kesalahannya karena tak ada simulasi. Hmm,, dipanggilnya oleh Jupe n Keshia semua pemenang dari semua kategori. Ya iyalah jadi bingung aku yang dibelakang, mana yang mau didahulukan. Akhirnya yang dibawa duluan adalah piala Harapan I dan Juara III LCCP, dan dari peserta yang hadir cuma Juara III dan Juara I. Dan begonia, anak PDD ntu malah piala harapan I dikasih ke Pak Aris, kontan saja Pak Aris bingung. Dan Rusman n Tri yang sejak tadi bawa piala saling melempar tugas saja dan akhirnya aku yang bawa piala Juara I ke depan disuruh Rene, dan akhirnya aku nyelip dari barisan pemenang Fotografi hanya untuk memberikan Piala ke Pak Aris. Gila, diketawain peserta Seminar. Aku malu banget, parah sih!! Tapi mau gmana lagi?? Gilang masuk ke Belakang panggung main marah-marah ajha karena g da yang ngambilin piala untuk Pak Aris, g tau dia gmana keributan didalam panggung.

Alhamdulillah penyerahan yang lain berjalan lancar-lancar saja, tapi tetap saja aku masih g ngerti kenapa yang menyerahkan hadiah lomba untuk satu kategori harus lebih dari satu orang sih?? Aku kan jadi bingung dan terlalu lama berdiri di atas panggung untuk memberikan kepada orang yang harusnya menyerahkan hadiah. Dasar Jupe!!

Ternyata ada anak yang Juara II lomba LCCP dia dating telat, dan k fajar masuk ke Belakang panggung nanyain anak yang pake seragam ijo itu kok g dipanggil kedepan?? Pak Aris bahkan sampai manggil Rene minta untuk ngulangin penyerahan hadiah. Ah g lucu ah, masak prosesinya diulang lagi. Ternyata tuh anak emang dating setelah nama sekolahnya dipanggil, jadi dia g tahu kalau tadinya sudah disuruh maju ke depan. Berarti ini kejadian yang diluar kuasa kita dan kita g bias mengontrolnya. Haduh!!! Dalam satu prosesi sudah dua kejadian yang tak diinginkan begini.

Sudahlah, aku mau keluar panggung. Setidaknya ada udara segar untuk sedikit menghilangkan kebiasaan menyalahkan diri sendiri atas hal yang diluar dugaan ini. Menyesal terlalu dalam tak ada guna, lebih baik aku ke depan dan cari hal-hal yang bias aku kerjakan. Mulailah sesi pertama, aku bingung cari-cari camdig Firza aku taruh dmana. Camdig orang, sembrono ngeletakinnya lagi. Parah banget diriku ini!

Dan setelah aku mondar-mandir dari depan Thoyyib mpe belakang panggung, ternyata dia nyempil di saku kecil tasku. Owalah!!! Aku foto-foto panitia, dan paparazzi sekalian panitia yang lagi aneh-aneh. . Eh baterainya habis, ng-charge dulu deh!!

Disuruh Indra ke bawah untuk dokumentasi Agrifair, benar ajha disana seperti terlantar tak ada yang mengunjungi. Ya sudahlah, walau sebentar saja aku publikasiin dulu. Menarik juga, dan ternyata g sepi-sepi amat walaupun hari ini hari sabtu.

Kembali ke atas untuk bersiap-siap penyerahan plakad lagi. Aku ngajak hasrat, Titin untuk bawa namapan dan aku lagi yang ngambilin buat penyerahannya. Sudah lancar, g seperti tadi. Ah,, yang diberi kenang-kenangan Pak Munif ini.. (he..2, lama sepertinya aku tak bertemu Pak Munif).

Video diputar, aku bantuin konsumsi untuk membagikan Bajigur. Wah, nampannya mungil amat sampai menata cangkir bajigur pun susah. Ho..ho.. Konsumsi, dikit kali orangnya sampai-sampai melibatkan banyak panitia untuk membagikan bajigur ke seluruh peserta. Wah, aku jadi tak menikmati filmnya.

Aku keluar lagi, BT banget didalem. Mending jadi paparazzi ajha. Ngotak-atik laptop Ferin, main games, nglist peserta SPN. He..he.. Panitia g niat kyk begini.

…………

……………

Dan malam ini rencanaku mau lembur nyelesaiin sertifikat MPF sepertinya gagal. Sebenernya udah dapet pinjeman laptopnya Ferin, tapi berhubung rasa-rasanya aku pengin tidur, ya sudah aku tidur dulu saja. Aku selesaiin jam 3 pagi. Itupun aku bolak-balik tidur lagi. Bener-bener g kuat, udah capek, masuk angin pula. Ya begitu jadinya. Tapi Alhamdulillah kelar juga jam 6 pagi, tinggal ngprint ajha di secret. Pertanyaann, siapo yang hari ini ke secret??? Aku mau ngeprint!!!!

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA