Lintas Desa Organik 46

Sunday, October 17, 2010


Narsis bareng-bareng setelah penanaman

kelompok 4 with Ana

"satu lubang dua benih ya.."

Endro lagi nyangkul

Ayo..kerjanya kok keroyokan!!
"Lintas Desa" kata ekstreem bagiku yang mengingatkanku pada sebuah kenangan dimana aku tak bisa bertahan sampai akhir bersama kawan-kawan Adenium sp tercinta. Aku tak mau hal-hal yang tak diinginkan terulangkembali pada adik-adikku sekarang. Maka di sela-sela kesibukan sebagai koordinator PDD GP yang semakin sibuk saja, dan mereka pastinya juga sibuk dengan kegiatan masing-masing, aku mencoba mengumpulkan mereka untu kembali berlatih lagu-lagu penting (dendang agronomi, yel-yel AGH, yel-yel kelompok, salam senior, dll). Sayangnya yang datang hanya 4 orang, dan hanya satu yg konfirmasi tak bisa datang, sisanya tak satupun ada yang konfirmasi. Apa yang bisa diharapkan, aku tahu nanti di sawah pasti mereka tidak akan kompak. bagaimana mau kompak kalau lagu saja tidak hafal?? Siap-siap saja dimarahin senior habis-habisan.

Antara aku, Ana dan Ryanda, hanya aku yang hafal semua nama adik-adik sekelompok. Pastilah aku yang bakal ikut mereka masuk sawah, ya Tuhan...semoga pas di sawah nanti aku bisa menjaga emosiku agar tak meledak-ledak seperti saat evaluasi waktu itu. Akan semakin puas senior menghukum kami kalau emosiku tak terkontrol.

Malam sebelum Lintas Desa, sungguh aku sudah capai dengan kegiatan hari itu. Tehnical Meeting LCCP, rangkaian dari Gebyar Pertanian, Narasi AGH, dan menyelesaikan keuangan kestari MPF. Badanku yang kurang sehat dan terlalubanyak aktivitas hari itu, darah rendahku kumat lagi. Kepalaku pusing-pening nyampur aduk jadi satu. Wah, bagaimana kalau aku justru sakit? Siapa yang akan menemani mereka ke sawah? No, I must have a rest today. Ya, aku tak mengagendakan kumpul malam itu agar kondisi badan merekajuga fit untuk menempuh perjalanan jauh esok hari. Pulang dari rapat aku langsung istirahat,, belum juga bisa memejamkan mata, HPku begetar terus-menerus. Oh,, betapa sibuknya PAK di malam sebelum Lintas Desa. Adik-adik pada menanyakan kostum n apa aja yang harus di bawa besok. Pff,..kmrn kan sudah saya kasih kertas penugasannya. :-(

Esok pagi aku berangkat bareng Indra jam stengah 6, dan kami sarapan dulu di samping sekret himagron. Mengisi energi untuk kegiatan full outdoor hari ini. Setelah itu kami PAK langsung ke parkiran motor samping himagron, tempat adik-adik 46 berkumpul. Wah..adik-adikku banyak yang datang. Senang rasanya...

Senam dulu sebelum mobilisasi ke Cikabayan (kata-katanya Mobilisasi, istilah lebih halus untuk "Berlari-lari" ke Cikabayan). Entahlah, kuat atau g kuat. Aku tak terbiasa lari-lari. Komdis kelompokku ternyata Rizal, coz Teguh lg sakit.

Acara pertama di Cikabayan adalah menanam kangkung. Satu kelompok dapat satu bedeng, lebih kecil daripada lahan horti kami semester lalu. Aku jadi juru foto-foto sajalah... (PAK gabut!!) Tapi tetap saja bantuin mereka pasang dan pindah ajir. Ya..ya..ya..menanam dan menanam, inilah kegiatan kami di AGH.Oi..bagaimana cara menanamnya kalau saring berdesakkan begitu?? Ah..meski nanem mereka tetap saja narsis kalau ada kamera.


Ke Cikabayan atas, pengenalan kebun-kebun. Parah Rizal, aku kan kemaren tak ikut simulasi, kenapa dia tak tahu tempat-tempat tujuan kami?? Wah..wahh..

Pos LCC jalannya menyeramkan (atau tak pandai memilih jalan??) sehingga banyak ranjaunya. Sudah Ifan jatuh terpeleset berulang kali, dan kemudian aku juga terpeleset ditempat yang sama. Awww!! Mereka langsung tertawa, perjanjian konyol Siapapun yang jatuh akan ditertawakan. Aku juga heran, kenapa lahan praktikum tekbud kami berubah jadi banyak ranjaunya seperti ini. Ah..menyebalkan sekali!

Pos karet, ternyata adik-adikku bisa gila-gilaan juga. Ngakak akungelihat ulah mereka.
Pos Teh, bh..nyanyi-nyanyi lagi akhirnya.

Road to Al Hurriyah, istirahat, sholat and makan siang. Makan siang bareng Indra, Ana, Tiwi, and Lukman. Ngobrol-ngobrol pake bahasa Jawa, kebiasaan tak bisa dirubah tiap kali bertemu orang Jawa.

Melewati jembatan licin di jalan setapak belakang Al Hurriyah, menuju Sawah. Bh..ekstreem sekali jalannya. Sampai aku tertinggal jauh dibelakang!! Parah, menghambat jalannya mobilisasi. Semakin panas saja cuaca hari itu, semakin membuat rasa capek terasa.

Masuk sawah, aku dan adik-adikku. Entah bagaimana kejadiannya, harusnya tak masuk ke lokasi itu, tapi Fathan melangkahkan kakinya ke lahan Kak Maul. ya Tuhan,..ya sudahlah.

Aku tahu, aku juga bakal kena dan mereka g bakal luput dari hukuman. PAK disuruh naik, tapi kenapa salam senior yang sudah aku latih berkali-kali masih saja tak kompak disini. Dibentak-bentak, yel-yel kelompok pun mereka tak hafal. Kenapa semuanya yang biasanya bisa jadi hilang dariingatan mereka? Aku ditanya, kenapa mereka tak bisa. Satu hal yang aku menyesal menjawabnya, "kalau disuruh ngumpul, yang kumpul orangnya selalu berbeda-beda" dan mereka dibentak, lagi-lagi dibentak. Aku tak suka cara seperti itu, sungguh-sungguh tak suka senioritas. Tapi aku harus bisa mengendalikan emosi, masih lama mereka akan direndam dalam lumpur. Satu persatu adik-adikku kakinya kram, dan aku heran aku bisa langsung berlari di dalam lumpur demi secepatnya menolong mereka. Aku ditolong medis mengangkat Icha yang kakinya keram paling awal, tiba-tiba ada cowok yang langsung turun menabrakku dari belakang denagn pakaian penuhlumpur dan mengangkat Icha keluar dari lahan. bajuku seketiak penuh lumpur,, dan aku pasti nanti akan berbasah-basah ria disungai.

Dendang agronomi, nadanya salah, dan ketika aku disuruh menyanyi nadaku pun tiba-tiba memendek. SALAH!!! Bentakkan langsung dilontarkan ke aku. Ya, aku salah (karena mendadak aku juga lupa nadanya). "kalau seperti ini siapa yang salah??", sebelum mereka menjawab aku mendahuluinya "saya yang salah. saya tidak bisa mengajari mereka dengan baik". Apa hukumannya?? "hukum saja saya, jangan mereka!". Mereka mengelak, walaupun tak seberapa melakukan pembelaan terhadapku. "PAK kalian terlalu baik". Yah,..kalau aku tak membela mereka, mereka akan dihukum habis-habisan. Mana ada PAK yang rela adik-adiknya dihukum habis-habisan? Kalau aku yang dihukum, hanya aku yang di hukum. Bukan mereka ber-10 yng dihukum.

Yel-yel AGH 2, Endro lupa aba-abanya. "Kamu bisa?". PAK mana yang tak bisa. "Bisa", "Pimpin mereka!!". Takut salah, grogi, dan hilang semua dari ingatanku.
Ambil posisi yel-yel
Are You Ready for AGH yet??
yess
so,..do it
the right choice, to fight, to be the best, to be the winner
so what it is??
it's AGH
what??
AGH
so AGH is ..Yess!!
Huuuu...Yess!!
dua kali aku memimpin mereka, dan aku tahu kenapa tadi Endro bisa salah. Alhamdulillah aku lancar, memberi smangat baru untuk adik-adikku. "Kalau ditanya apapun, jawabnya yang tegas ya??"

Tetap saja aku dihukum karena Dea tiba-tiba keluar dari lokasi setelah peringatan. 30 kali kincir tangan, biar puas dia menghukum aku. Karena aku tahu tipe apa orang dihadapanku itu, tak akan puas melihat orang bebas dari hukuman. Dan aku tak ingin adik-adikku yang jadi pelmpiasannya.

Kami bersalam-salaman dengan senior, dan meninggalkan lokasi. Parah!! masuk duluan, keluar akhir. Berjalan menuju sungai. Haiya...keapa terpeleset disitu?? Endro juga terpeleset. Wah,, lumpur membuat jalan semakin licin.




You Might Also Like

2 comments

  1. AGH,,feed the world,,,
    saalam,,,pejuang pertanian,,,,,
    ttep semangad,,,,
    blognya dirawat yang baik ya,,,,,
    oke,,

    ReplyDelete
  2. smangat slalu dmanapun dan apapun yg kita hadapi skrg!!

    Di ajari sih ngerawate kpiye

    ReplyDelete

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA