Road to Rumpin, Shock Terapi Menghadang

Tuesday, August 24, 2010

Go Field, 5 Juni 2010

Bangun jam 4 pagi dan langsung bergegas untuk mandi, walaupun dingin sekali rasanya. Trauma terlambat pasca fieldtrip tekbud tak boleh terulang lagi, aku harus bias lebih tepat waktu. Aku langsung SMS Indra, kali ajha dia belum bangun. Bisa gawat kalau ntar aku k “wisma ayu” ternyata dia belon bangun. Pamit ke adek2 kost, siapa yang mau dipamitin?? Masih pada tidur semua,… mungkin pada asyik begadang nonton piala dunia semalem. Akhirnya aku berangkat tepat setelah adzan subuh, road to kost Indra. Tak lupa sebelumnya nitip “rencana study” untuk semester 5 buat wanti2 kalau aq g bias KRS biar di KRSin Hasrat.


Ketemu dimas di depan kost Indra, Wow..bawaannya Cuma sedikit. Aku ajha satu tas koper bajuku.. Apa aku yang lebay bawaannya?? Tapi untuk kebutuhan sebulan, masa’ iya Cuma satu tas punggung n tas kecil dibawa.. entahlah,, kita lihat saja nanti sejauh mana dia bertahan dengan barang yang dia bawa.


Kesel banget sih..tapi ini emang “kebudayaan buruk” dalam sejarah kehidupan. Janji ngumpul jam 06.00 di depan BNI, nyatanya berangkat jam 07.00 lebih.. udah gitu, kirain langsung ke lokasi go field, ternyata ke Pemda dulu ada penyambutan. Bh..desaku kan kea rah berlawanan, otomatis ntar klo ke desa lewatin kampus lagi dunk.. alamak… capek bener Cuma mau ke lokasi Go fieldnya aja.


Berita buruk sewaktu kita penyambutan di Pemda (ini aku sebut “Shock Terapi I”), sebenernya ini gmana sih? Tiba-tiba di umumkan klo Pemda hanya menyediakan tempat saja non makan. Kita semua terang2an jadi stress mendadak, gmana enggak.. Uang yang kami bawa pun hanya cukup untuk makan beberapa hari saja. Uh..belum masuk desa udah seperti ini jadinya.


Kami ber-7 langsung meluncur ke UPT Leuwilliang, ngobrol2 dengan Ka. UPTnya (Yang aku ketahui kemudian klo namanya adalah Pak Dodo), dan menurut beliau alangkah lebih baiknya kalau kami ditempatkan saja di desa Cibodas, kecamatan Rumpin. Alasan utamanya karena ketua kelompok taninya sudah menyanggupi ada tempat tinggal untuk kami bertujuh, dan yang lebih baik lagi, kelompok tani disini sudah terbilang cukup sukses dengan produk tanaman obatnya lengkuas, jahe merah dan kencur.



Kami benar-benar tiba dilokasi Go Field sekitar pukul 16.00 sore. Ya Alloh, sedaripagi kami belum makan, pengin rasanya makan dulu. Dan inilah adanya “Shock terapi II”, kami tak menyangka rumah yang akan kami tempati sebegitu wujudnya. Lebih dari 2 bulan sudah tak dihuni, eternitnya sudah sekarat berlubang-lubang dan hamper jatuh, ditambah ladi kamar mandi tak berpintu. Sampai disini aku masih menganggap wajar, ini kondisi yang memang sudah seharusnya kami merasakannya. Tapi tatkala aku melihat jamban alias WC-nya yang langsung mengalir ke kolam ikan, entah ekspresi mukaku sudah berubah seperti apa. Walaupun boleh dikatakan itu jauh lebih baik dari warga sekitar yang WC-nya justru tepat di atas kolam ikan itu sendiri. Hmm, masih tertutuplah tempatnya. Tapi tetap saja, aku melihat muka-muka kami bertujuh yang sudah mulai berubah. Kalaupun kamar mandi dijadikan alas an, masih bias ditutup dengan gorden atau tirai.


Tahu kondisi kami yang mungkin tampak kelaparan, ibu tetangga sebelah rumah yang kami tempati langsung memberi nasi. Ya Alloh, terimakasih atas rezeki hari ini, walaupun tak seberapa tapi cukup mengisi perut kami setelah seharian kosong.


Tak lupa setelah sholat wajib aku membaca Al Qur’an dan ma’tsurat, agar siapapun makhluk ghaib yang telah menempati rumah ini tidak merasa terganggu dengan keberadaan kami. Begitu pula kawan-kawan yang lain, turut pula membaca Al Qur’an.


Kami memutuskan untuk tidur diruang tengah, karena kondisi kamar agak menyeramkan. Tentu saja kami sudah mewanti-wanti dengan membeli lotion anti nyamuk, sebab nyamuk dirumah yang sudah lama tak dihuni sungguh luar biasa banyak dan dahsyatnya.


Kita tunggu, hal-hal dahsyat apalagi yang akan kami jumpai esok hari!!


ariezha_CX

You Might Also Like

1 comments

  1. semangad kawan...masyarakat sudah menunggu orang orang seperti kalian,,,,,,,,

    hidup pertanian indonesia

    ReplyDelete

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA