“ gak mandi nggak apa, yang penting penampilan Oke!”

Friday, August 27, 2010

09 Juli 2010

Wow!! Dingin sekali pagi ini..

Aku tak membawa sarung, jarik atau apapun yang bias kugunakan untuk menyelamatkan diriku dari kedinginan ini. Tapi masih beruntung ada jaket yang kubawa, setidaknya masih ada penyelamat.

Bangun tidur..tidur lagi..

Sebenarnya bukan tidur lagi sich! Karena g tahan dingin, ya bolak-balik berbaring terus. Kemudian aku bulatkan tekad untuk mandi. Bergegas aku menimba, entah berapa kali nimba aku hari ini. Aku ingin menuntaskan semuanya, mulai dari mencuci baju, etc. Tak ada seterika disini, jadi sebaiknya aku pandai-pandai mengatur bajuku agar masih ada baju yang rapi sampai akhir go field.

Berasa aku jadi juru masak nasi nih! Tak apalah. Toh kalau tak ada “juru masak nasi” kami semua tak bakalan makan. Aku dan Rahma belanja di tempat Ibunya Ira kecil. Mau masak sayur bening, jadi rencana belanjanya sayur bayem, tahu putih dan tomat buat bikin sambel terasi. Sambal terasi adalah resep dahsyat yang mampu meningkatkan nafsu makan. Ha..ha..

Waktu aku sedang memetik bayam, bu Leli dating. Katanya, bu Leli itu alumni AGB IPB entah angkatan berapa. Kami berdiskusi tentang program yang akan kami lakukan. Serba bingung di sini mau melakukan apa. Dari UPT tidak ada tindak lanjutnya, seolah setelah kami berada disini dan mendapat tempat tinggal, tugasnya beres. Padahal kami di sini harus bersinergi dengan UPT untuk melaksanakan program ini. Menurutku program “pengenalan TOGA” disini akan sedikit bergeser.

Opsi pertama adalah mengikuti budidaya tanaman obat di sini mulai dari pertama kali tanam. Persiapan lahan, penyiapan lubang tanam, penanaman, pemupukan, pengendalian hama, pemanenan, pengolahan pasca panen, dan pemasaran. Masalahnya, dalam waktu sebulan tidak akan mungkin terealisasi semua. Opsi kedua yang ditawarkan bu Leli, bekerja dengan ibu-ibu PKK mengadakan demo. Tapi sebelumnya kita harus sudah survey dulu ke ibu-ibu disini.

Hmm..hampir seminggu kami di sini, ide untuk melaksanakan program baru ada. Butuh proses yang panjang juga ternyata. Apalagi apa yang ditetapkan dari paket program IPB, kalau daerahya tidak memungkinkan tetap saja kita harus sedikit menggeser arah program.

Jam 3an sore mendung amat gelap. Fatma, agustina, dan Sri sudah memenuhi bak di kamar mandi agar mala mini kami tidak kesulitan air untuk buang air. Tapi, kami terancam tak mandi karena hujan ini. Hmm,..semenjak aku keceplosan bilang “g mandi g apa, yang penting penampilan ok”, anak-anak pada menyalah gunakan kata-kata itu setiap kesempatan kalau malas mandi. Kan maksud aku, g mungkin kita ke kebun jam 10.00 pagi tiap harinya hanya karena antri mandi kan? Toh orang-orang disini ke kebun tak mandi dulu. Kalau mau mandi ya bangun pagi, klo g mending mandinya ntar ajha habis dari kebon. Masak iya ke kebon jam 10.00,, diketawain atuh ama orang-orang desa.

Beberapa hari disini, aku menangkap inti kegiatan kami disini. Nimba, mandi, nimba, masak, cuci piring. Belajar hidup mandiri!! Kalau g sekarang kapan lagi? Toh beberapa tahun ke depan kita dituntut bisa melakukan kegiatan Rumah Tangga.

You Might Also Like

0 comments

El Haq Boutique

Instagram

ARINAL NURRAHMA